lenterakalimantan.com, BANJARBARU – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp284.640.000 untuk mendukung pengembangan Desa Inklusi Mandiri di Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Rabu (17/6/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Kolaborasi Wujudkan Desa Inklusif
Bupati Banjar, Saidi Mansyur, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banjar, Rakhmat Dhany, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN dalam mendorong kemandirian desa.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, PLN, Sentra Budi Luhur, serta Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar menjadi langkah konkret dalam mewujudkan desa inklusif.
“Bantuan ini sangat berarti bagi pengembangan Desa Biih. Kami juga mengapresiasi Sentra Budi Luhur melalui program BEDIKARI serta Aisyiyah yang selama ini aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan desa inklusif tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memastikan kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas mendapatkan akses layanan yang layak.
Fokus pada Pemberdayaan dan Pelatihan
Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, menjelaskan bahwa bantuan TJSL difokuskan pada penguatan sarana dan prasarana serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Sejumlah program telah dijalankan, di antaranya pelatihan pembuatan dodol di Kandangan serta pelatihan otomotif bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan dengan melibatkan bengkel warga setempat.
“Program ini juga akan dilanjutkan dengan pendampingan untuk mengukur tingkat kemandirian desa,” jelasnya.
Bayu menegaskan, program TJSL PLN kini mengedepankan konsep Creating Shared Value (CSV), yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin keberadaan aset transmisi PLN juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Bantuan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong kemandirian secara berkelanjutan,” katanya.
Fasilitas dan Harapan Desa
Sekretaris Desa Biih, Amrul Hidayat, mengungkapkan bahwa pengembangan desa inklusi berawal dari inisiatif Aisyiyah Kabupaten Banjar yang kemudian mendapat dukungan berbagai pihak.
Ia menyebutkan, pemerintah desa telah menyiapkan regulasi melalui peraturan desa serta membentuk kelompok disabilitas sebagai wadah pemberdayaan.
“Kami sangat terharu karena selama ini cukup sulit menjalankan program desa inklusi, terutama terkait keterbatasan anggaran. Alhamdulillah sekarang bisa bersinergi dengan PLN, Sentra Budi Luhur, dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Melalui program tersebut, sejumlah fasilitas telah dibangun, seperti gazebo, taman bermain anak, fasilitas pendukung di masjid dan taman kanak-kanak, serta penerangan lampu jalan.
Editor: Rizki


