lenterakalimantan.com, TANJUNG SELOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Cabang Tanjung Selor telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp42 miliar kepada 703 debitur hingga Mei 2026. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.
Pemimpin Cabang BRI Tanjung Selor, Muhammad Farhan, mengatakan pembiayaan yang disalurkan difokuskan pada sektor-sektor produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan daerah.
Menurutnya, kemudahan akses permodalan melalui program KUR membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kapasitas bisnis, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal.
“Penyaluran KUR merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pemberdayaan,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, dukungan BRI tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan modal usaha, tetapi juga melalui pendampingan, pelatihan, dan edukasi keuangan bagi para debitur. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku UMKM mampu mengelola usaha secara lebih efektif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.
Farhan menilai penguatan sektor UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional, termasuk memperluas kesempatan kerja dan mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, kami optimistis dapat terus menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat serta mendukung pembangunan yang inklusif di tingkat daerah,” katanya.
Ke depan, BRI Cabang Tanjung Selor akan terus mengoptimalkan penyaluran KUR kepada pelaku usaha produktif agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Selain itu, BRI juga akan memperkuat program pemberdayaan UMKM melalui pelatihan kewirausahaan, peningkatan literasi keuangan, serta edukasi digital bagi pelaku usaha.
“Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi dan platform digital dalam mengembangkan usahanya. Dengan kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap perkembangan digital, diharapkan UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas,” tutup Farhan.
Editor: Tim Redaksi


