lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud (Harum), memberikan dukungan penuh terhadap inovasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi. Program ini menjadi wujud sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Harum saat menerima audiensi Kepala DPMPD Kaltim, Siti Sugianti, bersama para pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Kamis (2/7/2026).
Turut hadir dalam pertemuan itu Ketua KKN Universitas Mulawarman Kiswanto, Ketua LPPM Universitas Mulawarman Widi Sunaryo, Ketua LPPM Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim Retno Prasetia, Ketua LPPM UINSI Samarinda Mustamin Fattah, Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Paula Maria Kustiawan, Ketua LPPM Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Akhmad Riadi, perwakilan LPPM Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Dian Irma Aprianti, serta Ketua LPPM ITKES Wiyata Husada Samarinda Sumiati Sinaga.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Harum menegaskan bahwa penanganan kemiskinan masih menjadi tantangan pembangunan yang harus diselesaikan secara serius, terpadu, dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui keterlibatan mahasiswa dalam program KKN, merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan.
“Penanganan kemiskinan harus dilakukan secara serius, terpadu, dan berkelanjutan dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi semua pihak, termasuk lembaga pendidikan tinggi melalui pelibatan mahasiswa yang melaksanakan KKN untuk membantu program-program DPMPD dalam menurunkan angka kemiskinan di daerah,” tegas Harum.
Sementara itu, Kepala DPMPD Kaltim Siti Sugianti menjelaskan, KKN Kolaborasi merupakan inovasi yang memperkuat sinergi pentahelix dengan melibatkan sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Tahun ini, sebanyak 3.420 mahasiswa akan diterjunkan ke 377 desa dan kelurahan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Universitas Mulawarman menjadi perguruan tinggi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 3.130 mahasiswa. Pelepasan peserta KKN Kolaborasi dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026.
Siti berharap para mahasiswa mampu berkontribusi secara maksimal dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan DPMPD, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan di daerah.
“Kami berharap mahasiswa KKN Kolaborasi dapat memaksimalkan perannya dalam membantu program-program DPMPD untuk menurunkan angka kemiskinan di daerah sehingga pelaksanaannya lebih optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” ujar Siti Sugianti.


