lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Tengah mulai memberi harapan baru bagi petani. DPRD Kalimantan Tengah menilai tren positif ini harus dijaga agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw, mengatakan stabilitas harga menjadi kunci utama agar petani memperoleh kepastian pendapatan.
“Kami sangat bersyukur harga TBS mulai naik. Ini kabar baik bagi petani, terutama petani lokal dan swadaya. Yang terpenting sekarang, harga ini harus tetap stabil,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, fluktuasi harga selama ini kerap memengaruhi keberlangsungan usaha perkebunan sawit. Dengan harga yang stabil, petani dapat lebih fokus meningkatkan produktivitas serta memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Ia menegaskan, sektor kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Kalimantan Tengah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjaga iklim usaha tetap kondusif.
“Kami ingin petani benar-benar merasakan manfaat dari kenaikan harga ini. Stabilitas harga harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Hero juga berharap tren kenaikan harga TBS yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sejak awal Juni 2026 dapat terus berlanjut, terutama di wilayah sentra sawit seperti Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara.
Ia menambahkan, kenaikan harga di tingkat penetapan pemerintah harus diikuti implementasi di lapangan agar benar-benar dirasakan petani, termasuk petani swadaya.
“Manfaatnya harus merata, tidak hanya di atas kertas, tetapi benar-benar sampai ke petani di lapangan,” pungkasnya.
Editor: Rizki


