lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari adalah ulama besar dari Tanah Banjar. Semua Hal yang terkait dengan penulis Kitab Sabilal Muhtadin ini, selalu menarik dan istimewa bagi para pecinta ulama Tanah Banjar ini. Satu diantaranya adalah baju milik sang ulama, yang konon telah disimpan rapat selama 2 abad lamanya.
Meski sudah wafat sekitar 213 tahun yang lalu, Syekh Muhammad Arsyad seolah tak lekang oleh waktu. Namanya selalu disebut, makamnya menjadi tujuan para peziarah lokal hingga mancanegara.
Tidak hanya karya, dia juga meninggalkan banyak koleksi pribadi yang kemudian diwarisi anak cucunya. Tak jarang, peninggalan tersebut diburu para muhibbin yang ingin melihatnya.
Salah satu koleksi pribadi Syekh Muhammad Arsyad adalah baju koko yang kini disimpan Hj. Mahmudah di Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Wanita yang kini berusia 74 tahun tersebut merupakan keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang ke-6.
Dilansir Banua.co Senin (12/10) malam, Hj. Mahmudah membeberkan bahwa baju Syekh Muhammad Arsyad yang disimpannya sekarang adalah amanah dari sang kakek, H Ahmad Nawawi.
“Yang diamanahi pertama kali menyimpan baju ini H. Ahmad Nawawi, lalu Hj. Rehanah, lalu aku (Hj. Mahmudah). Turun temurun menyimpannya,” ujarnya.
Hj. Mahmudah menyebutkan bahwa dirinya sangat berhati-hati dalam menyimpan baju tersebut.
“Terhitung 60 tahun sudah baju ini di tanganku. Sejak pertama kali diamanahi oleh kakek,” ungkapnya dalam pertemuan singkat itu.
Di rumah Hj Mahmudah, baju tersebut tersimpan rapi dalam sebuah kotak kaca, dan tidak sembarang orang yang diizinkan untuk melihatnya. Hj Mahmudah memiliki kriteria tersendiri bagi mereka yang ingin melihat baju tersebut secara langsung.
Untuk usia 200-an tahun, baju itu masih terlihat bagus, meskipun ada beberapa bagian yang sudah lapuk kainnya.*


