lenterakalimantan.com, KOTABARU – Sebanyak 70 guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Sungai Durian dan Kecamatan Pamukan Barat mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi tenaga pendidik yang diselenggarakan PT Pelsart Tambang Kencana (PTK). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PTK, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sungai Durian dan Kecamatan Pamukan Barat, serta pemerintah daerah.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Juni 2026, di SMP Negeri 3 Sungai Durian. Peserta berasal dari SDN Gendang Timburu, SDN Buluh Kuning, SDN Mantam Desa Batuah, SMP Negeri 1 Sungai Durian, SMP Negeri 1 Pamukan Barat, dan SMP Negeri 3 Sungai Durian.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru Akhmad Romansyah, Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru Hawadis Zainubah, Manajer CSR PT Pelsart Tambang Kencana Septamto, serta narasumber Ambar Widiastuti.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, mengapresiasi dukungan PT Pelsart Tambang Kencana yang telah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan tersebut.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali kemampuan menerapkan pembelajaran yang lebih adaptif, memanfaatkan teknologi pendidikan, serta menangani keberagaman kebutuhan belajar peserta didik.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk memperbarui kompetensi dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan kompetensi merupakan bagian dari pengembangan profesi guru. Setiap guru memiliki kewajiban mengikuti pengembangan kompetensi sedikitnya 20 jam pembelajaran setiap tahun.
Sementara itu, Manajer CSR PT Pelsart Tambang Kencana, Septamto, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan guru merupakan investasi jangka panjang yang akan memengaruhi kesiapan sumber daya manusia daerah dalam menghadapi perubahan serta kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, transformasi industri membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, mampu berpikir kritis, bekerja sama, dan memanfaatkan teknologi. Kompetensi tersebut tidak dibangun saat seseorang memasuki dunia kerja, melainkan dimulai sejak berada di ruang kelas.
“Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing dan mampu memanfaatkan berbagai peluang pembangunan, termasuk di sektor industri,” katanya.
Septamto menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan dunia usaha merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk memperluas akses peningkatan kompetensi guru, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan terhadap pelatihan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses peningkatan kompetensi guru, khususnya di daerah yang masih memiliki keterbatasan dalam memperoleh pelatihan berkelanjutan,” tutupnya.
Editor: Tim Redaksi


