lenterakalimantan,com, BANJARMASIN – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kota Banjarmasin menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, mengajak pemerintah, keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat bersinergi dalam memastikan anak-anak memperoleh pengasuhan, pendidikan, serta perlindungan yang layak.
Pesan tersebut disampaikan Yamin saat menghadiri puncak peringatan HAN ke-42 di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (6/8/2026).
“Saya berpesan kepada Kepala DP3A, dinas terkait, Bunda PAUD, dan juga para orang tua, pada akhirnya kita harus bersama-sama menjaga, mendidik, dan merawat anak-anak kita demi kemajuan Kota Banjarmasin dan masa depan Indonesia,” ujar Yamin.
Menurutnya, perhatian terhadap tumbuh kembang anak merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai cita-cita tersebut juga harus diwujudkan di tingkat daerah.
“Kalau Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, maka Banjarmasin juga harus menjadi Banjarmasin Emas,” tegasnya.
Selain pendidikan dan pengasuhan, Yamin menekankan pentingnya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Anak-anak perlu dibiasakan menjaga kebersihan serta memahami pentingnya pengelolaan sampah.
“Kita harus terus menanamkan jiwa kepedulian kepada anak-anak, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan memahami cara menangani persoalan sampah. Itu penting untuk masa depan mereka,” katanya.
Dalam rangkaian HAN ke-42, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyerahkan bantuan tas sekolah kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan.
Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan pencanangan pembangunan Masjid Ramah Anak, penyerahan penghargaan kepada Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA), serta penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Banjarmasin dalam memenuhi hak sipil sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, mengatakan peringatan HAN menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyayangi, melindungi, dan mempersiapkan masa depan anak melalui pendidikan serta pengasuhan berkualitas.
Neli mendorong tiga gerakan utama, yakni menyukseskan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali satu tahun pendidikan prasekolah atau PAUD, membangun karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta mendampingi anak dalam menggunakan gawai secara bijak.
“PAUD bukan sekadar tempat bermain, tetapi tempat anak belajar mengenal dirinya, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan dasar. Ini adalah investasi terbaik bagi masa depan mereka,” ujar Neli.
Ia menegaskan, pembentukan karakter anak juga sangat bergantung pada keteladanan orang tua dan guru. Karena itu, seluruh unsur masyarakat perlu mengambil peran dalam memastikan hak anak terpenuhi.
“Membangun generasi emas Indonesia bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah. Orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat harus bergandengan tangan memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar, bermain, tumbuh, berkembang, dan hidup dalam lingkungan yang penuh kasih sayang,” pungkasnya.
Editor: Tim Redaksi


