lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan akan meluncurkan Kartu Balangan Pintar (KBP) bertepatan diperayaan hari jadi Balangan pada 19 April mendatang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Balangan melalui Kasi Peserta Didik, Amat Kuri mengatakan program KBP itu bertujuan untuk kalangan kurang mampu yang tidak tercover oleh Kartu Indonesia Pintar (KIP). Terlebih kartu KBP tersebut diperuntukan untuk SD dan SMP.
“Jadi Alhamdulillah bupati mengambil kebijakan yang tidak tercover oleh KIP dicover dengan KBP, dimana persyaratan penerimaannya, siswa tingkat SD/MI dan SMP/Mts negeri maupun Swasta se-kabupaten Balangan, tidak menerima bantuan KIP, tidak menerima bantuan program bantuan instansi atau lembaga manapun, siswa yang diusulkan termasuk dalam Data DTKS,” ungkapnya Jum’at (13/5) saat dikonfirmasi.
Adapun untuk penerima KBP diusulkan masing-masing sekolah sesuai dengan kuotanya dua orang disetiap sekolah, dengan rincian 500 kuota untuk SD/MI dan 75 kuota untuk tingkat SMP/Mts.
Kemudian Apabila ada kuota di beberapa sekolah yang belum terpenuhi, maka kuota tersebut bisa diberikan kepada sekolah lain, untuk diberikan kepada yang memang memerlukan.
“Jadi walaupun MI dan Mts itu naungannya di bawah Kemenag tetapi tetap diberikan bantuan juga, karena sama sama anak Balangan kata pak bupati, jadi kami bagi rata kuotanya semuanya,” jelasnya.
Nantinya bantuan ini tidaklah berupa uang melainkan barang. Ini pemberian berupa barang ini selain untuk membantu para pelajar tetapi juga para UMKM, dimana pihak pemerintah daerah dalam hal itu Disdikbud sudah berkomunikasi dengan pihak bank Kalsel, UMKM terkait program tersebut, hingga dana bantuan hanya dapat dipergunakan di UMKM yang telah terdaftar tidak berlaku di tempat lain.
“Jadi para siswa yang ingin menggunakan kartunya bisa langsung mendatangi UMKM yang telah ditunjuk, kemudian misalnya siswa ingin membeli kebutuhan sekolah semisal tas yang harganya 75 ribu, gesek disitu maka keluar nota pembayaran, maka sudah selesai transaksinya, dan kemudian note pembayaran itu akan dibawa ke bank oleh UMKM dan mencairkannya untuk uang pembelian,” bebernya.
Masing-masing tingkatan mendapatkan nominal uang yang berbeda untuk tingkat SD dan MI mendapatkan bantuan sebesar 500 ribu sementarabuntuk tingkat SMP dan MTS mendapatkan nominal bantuan sebesar 750 ribu.


