lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di Handil Bujur, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, menjadi angin segar bagi warga yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses penyeberangan.
Jembatan tersebut tidak sekadar menghubungkan dua sisi kawasan, tetapi juga memudahkan mobilitas warga untuk bersekolah, mengaji, bekerja, bertani, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jembatan Perintis Garuda diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara serentak bersama ribuan jembatan dan titik air bersih di berbagai daerah, Kamis (13/8/2026). Peresmian berlangsung secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta.
Di Banjarmasin, Wali Kota, H M Yamin HR, mengikuti agenda tersebut melalui konferensi video dari lokasi jembatan di Handil Bujur. Kegiatan turut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin beserta jajaran.
Bagi masyarakat setempat, manfaat jembatan tersebut kini terasa dalam aktivitas sehari-hari. Akses yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih mudah dan aman.
Rahimah, warga Handil Bujur, mengatakan pembangunan dan rehabilitasi jembatan telah lama dinantikan masyarakat.
“Kami sangat senang sekali dengan adanya jembatan ini yang dibangun untuk akses penyeberangan anak-anak sekolah, para petani, mengaji, kondangan, tentu sangat membantu,” ujar Rahimah.
Ia mengatakan kondisi jembatan sebelumnya sudah tidak layak digunakan dan keadaan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kami apresiasi dan berterima kasih atas terlaksananya rehab jembatan ini, yang sudah lama, puluhan tahun tidak dilirik dan tidak layak,” katanya.
Menurut Rahimah, perbaikan jembatan bukan sekadar perubahan pada konstruksi, tetapi juga memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Hal senada disampaikan Irayah, warga kawasan perbatasan Basirih Selatan Ujung. Ia menilai keberadaan Jembatan Perintis Garuda akan mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini menggunakan akses tersebut.
“Terima kasih atas telah dibangunnya Jembatan Perintis Garuda di wilayah kami. Tentu ini akan memudahkan aktivitas masyarakat kita untuk menyeberang, warga yang melintas, anak-anak sekolah, jadi kita sangat bersyukur,” ucapnya.
Irayah juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan.
“Kami warga Basirih Selatan Ujung sangat berterima kasih kepada Pak Presiden Prabowo, lalu bapak TNI-Polri dan Pemerintah Kota Banjarmasin. Sekali lagi terima kasih,” katanya.
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengatakan keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.
“Dengan hadirnya jembatan ini kita harap dapat mempermudah akses transportasi bagi masyarakat, baik itu transportasi perekonomiannya, pendidikan hingga pengembangan usaha lainnya. Yang terpenting, kita TNI-Polri bersinergi, negara hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan TNI untuk membuka akses masyarakat di berbagai wilayah.
Pembangunan jembatan di Handil Bujur sebelumnya ditandai dengan peletakan batu pertama pada April 2026 dan melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Dalam peresmian nasional tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan jembatan dan sumber air bersih merupakan bagian dari pengabdian TNI dan Polri kepada masyarakat. Presiden juga meminta agar infrastruktur yang telah dibangun dijaga dan dirawat sehingga manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR, menilai keberhasilan pembangunan infrastruktur pada akhirnya diukur dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur seperti ini pada akhirnya harus memberikan kemudahan bagi masyarakat. Anak-anak bisa bersekolah dengan lebih nyaman, warga dapat bekerja dan beraktivitas dengan lebih lancar, dan akses ekonomi masyarakat juga semakin terbuka,” kata Yamin.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar warga.
“Kami menyambut baik dan mendukung program ini. Yang tidak kalah penting setelah jembatan dibangun adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bagi warga Handil Bujur, kehadiran Jembatan Perintis Garuda kini menghadirkan perubahan dalam berbagai aktivitas sederhana, mulai dari perjalanan anak menuju sekolah, aktivitas warga, hingga akses menuju kawasan sekitar yang sebelumnya sulit dijangkau.
Jembatan tersebut pun menjadi lebih dari sekadar infrastruktur penghubung. Bagi warga yang telah lama menunggu, Jembatan Perintis Garuda membuka ruang gerak baru untuk mengakses pendidikan, tempat ibadah, lahan pertanian, serta aktivitas ekonomi dengan lebih mudah.
Editor: Tim Redaksi


