lenterakalimantan.com, BARABAI – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Yudistira Bayu Budjang, menerima berbagai aspirasi masyarakat saat kegiatan Lomba Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Barabai, Jumat (14/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang berkaitan dengan sektor pertanian. Di antaranya, permintaan perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk mempermudah akses distribusi hasil panen, serta penambahan kuota pupuk bersubsidi yang dinilai masih terbatas.
Akses jalan usaha tani dinilai sebagai faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas pertanian. Kondisi jalan yang kurang memadai kerap menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi dan pendapatan mereka.
Selain itu, ketersediaan pupuk bersubsidi juga menjadi perhatian utama. Para petani berharap pemerintah dapat menambah kuota pupuk agar kebutuhan di lapangan dapat terpenuhi secara merata.
Menanggapi hal tersebut, Yudistira menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh masukan dari warga akan dikawal dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Aspirasi petani ini sangat penting. Kami siap memperjuangkan dan mengawal agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan fokus pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong penguatan sektor pertanian menuju swasembada pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sebagai wakil rakyat, Yudistira menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Dalam kesempatan yang sama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan aksi gotong royong bersama warga untuk membersihkan saluran irigasi dan jalan lingkungan. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung kelancaran sistem pengairan pertanian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan aspirasi masyarakat dapat terserap secara optimal dan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pembangunan, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Editor: Rizki


