lenterakalimantan.com, PARINGIN – Program integrasi penanganan bencana SIGAB KENCANA LINK DESTANA mulai menunjukkan efektivitasnya di lapangan. Menghadapi kekeringan ekstrem akibat kemarau panjang di Kecamatan Halong, sinergi lintas sektor bergerak cepat menyalurkan pasokan air bersih sejak Jumat (4/9/2026).
Kolaborasi ini melibatkan BPBD Kabupaten Balangan, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga relawan setempat dalam merespons krisis air yang mulai meluas.
Program SIGAB KENCANA LINK DESTANA merupakan integrasi dari dua kebijakan nasional, yakni Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dari Kemendagri dan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari BNPB. Melalui sistem terpadu ini, penanganan bencana di tingkat desa dan kecamatan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terukur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menegaskan bahwa keterhubungan antarwilayah menjadi kunci dalam membangun respons bencana yang adaptif dan berkelanjutan.
“Tujuan utamanya adalah membangun ketangguhan daerah melalui sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Kecamatan dan desa yang sudah tangguh bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dan menguatkan,” ujarnya.
Baca juga: BPBD Balangan Luncurkan WhatsApp Call Center Kedaruratan 24 Jam
Penanganan krisis air bersih saat ini difokuskan pada wilayah yang telah mengajukan permohonan resmi, dengan target jangkauan mencakup 9 desa dan 1 puskesmas atau sekitar 25 titik krisis.
Aksi awal dilakukan di Desa Sumber Agung, dengan sasaran sekitar 100 kepala keluarga di RT 3 dan RT 4. Penyaluran selanjutnya direncanakan menjangkau Desa Karya dan Desa Gunung Riut.
Camat Halong, Ardiansyah, menyebutkan bahwa penyaluran tahap awal ini juga menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas armada distribusi dan kapasitas tampung di lapangan.
Menurutnya, menyusutnya cadangan air permukaan tidak hanya berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga menyulitkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui integrasi sistem dari tahap prabencana hingga tanggap darurat, pemerintah daerah optimistis bahwa kapasitas mitigasi dan ketahanan masyarakat Halong dalam menghadapi dampak musim kemarau dapat terus ditingkatkan.
Editor: Rizki


