lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Penantian panjang warga Desa Salaman, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, untuk menikmati jalan beraspal akhirnya terwujud. Selama kurang lebih 50 tahun, warga harus beraktivitas melewati jalan rusak dan berlubang. Kini, kondisi tersebut mulai berubah setelah pemerintah melakukan pengaspalan jalan poros desa sepanjang 1,6 kilometer.
Pekerjaan pengaspalan menggunakan aspal Laston Lapis Aus (AC-WC) dengan lebar 4 meter dan ketebalan 6 sentimeter. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu minggu.
Bagi warga, pengaspalan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi jawaban atas harapan yang telah lama dinantikan.
Komitmen pembangunan tersebut sebelumnya telah disampaikan Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto. Selain jalan, pemerintah juga berupaya meningkatkan akses telekomunikasi melalui pembangunan jaringan internet di wilayah tersebut.
“Saudara-saudaraku di Desa Salaman, insya Allah dalam waktu dekat akan dibangun jalan. Bukan hanya jalan, insya Allah jaringan internet mungkin awal bulan sudah dibangun tower-nya. Mohon doanya dan bertahap ke aspal,” ujar Rahmat, Kamis (10/9/2026).
Jalan Beraspal, Mobilitas Warga Semakin Lancar
Ia menegaskan, pembangunan tidak berhenti pada pekerjaan saat ini. Penanganan jalan akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun anggaran berikutnya.
Warga RT 8 Desa Salaman, Isar, mengaku sangat bersyukur melihat jalan yang selama puluhan tahun dinantikan akhirnya mulai beraspal.
Menurutnya, selama ini warga hanya bisa melewati jalan rusak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Warga sangat senang dan gembira dengan adanya pengaspalan ini. Banyak warga sampai membuat status di media sosial,” ujarnya.
Isar menjelaskan, ruas yang saat ini dikerjakan berada di sekitar Km 22 hingga Km 20 dengan panjang sekitar 1,6 kilometer. Jalan tersebut mayoritas digunakan untuk aktivitas warga dan tidak dilintasi angkutan perusahaan.
“Harapannya jalan ini bisa awet, karena tidak ada angkutan perusahaan yang melintas, paling kendaraan warga saja,” katanya.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, M Ramli. Ia bahkan mengaku sudah mencoba langsung melintasi jalan yang baru diaspal tersebut menggunakan sepeda motor.
Setelah bertahun-tahun melewati jalan rusak, ia berharap pembangunan dapat terus dilanjutkan hingga menghubungkan jalan desa dengan akses utama di luar wilayah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati Tanah Laut atas pengaspalan jalan ini,” ucapnya.
Bagi masyarakat Desa Salaman, aspal yang kini membentang di jalan poros desa bukan sekadar pembangunan fisik. Setelah setengah abad menunggu, jalan tersebut menjadi simbol harapan baru bagi akses transportasi yang lebih nyaman serta pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.
Editor: Rizki


