lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kabut asap kembali menyelimuti Kabupaten Balangan setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi beruntun di Kecamatan Batumandi dan Lampihong sejak Senin (14/9/2026) hingga Selasa (15/9/2026).
Kebakaran pertama terjadi di lahan gambut di Kecamatan Batumandi. Kondisi tanah yang tebal dan keterbatasan sumber air sempat menyulitkan proses pemadaman dan pendinginan oleh tim gabungan.
Sehari kemudian, api kembali muncul di Desa Trans Matang Hanau, Kecamatan Lampihong. Data Pusdalops BPBD Balangan mencatat titik api terdeteksi pukul 08.31 WITA di koordinat -2°16’2″, 115°32’38”.
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 7,5 hektare lahan, termasuk area perkebunan kelapa sawit milik warga. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa air untuk melokalisasi api agar tidak meluas ke permukiman.
Baca juga: BPBD Balangan dan PLN ULP Paringin Teken MoU Penanganan Bencana
Penanganan melibatkan TRC BPBD Balangan, TRC Lampihong dan Batumandi, TNI-Polri, BPK Pasundan, aparat desa, Linmas, serta masyarakat.
Seluruh titik api saat ini telah berhasil dipadamkan.
Namun, dampak karhutla menyebabkan kualitas udara di Balangan memburuk. Data Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada kategori sedang hingga berbahaya pada rentang pukul 00.00–09.00 WITA.
Puncak polusi tercatat pada pukul 08.00 WITA dengan konsentrasi mencapai 682,6 mikrogram per meter kubik.
BPBD Balangan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menjaga kondisi kesehatan.
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Editor: Rizki


