• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Gubernur Harum Minta RUU Reforma Agraria Tak Tambah Beban Daerah
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Gubernur Harum Minta RUU Reforma Agraria Tak Tambah Beban Daerah
KALIMANTAN TIMUR

Gubernur Harum Minta RUU Reforma Agraria Tak Tambah Beban Daerah

Muhammad Tamyiz
September 17, 2026 8:00 pm
Muhammad Tamyiz
Share
4 Min Read
Gubernur Harum
Gubernur Harum Minta RUU Reforma Agraria Tak Tambah Beban Daerah. Foto: Pemprov Kaltim
SHARE

lenterakalimantan.com, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) meminta penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria tidak hanya menyelesaikan persoalan penguasaan lahan, tetapi juga memberikan kepastian hukum serta memperjelas kewenangan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Harum saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI di Gedung Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

RDP yang dipimpin Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayudha tersebut dihadiri para gubernur se-Indonesia serta diikuti para bupati dan wali kota secara daring. Pembahasan berfokus pada persoalan pertanahan dan tata ruang serta penyusunan RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria.

Dalam forum tersebut, para gubernur diberi kesempatan menyampaikan kondisi dan persoalan pertanahan maupun tata ruang di wilayah masing-masing.

Harum menekankan sedikitnya empat hal yang perlu diperjelas dalam regulasi baru, yakni kepastian hukum, dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, kedudukan gubernur dalam Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), serta keterpaduan reforma agraria dengan tata ruang.

Menurutnya, kejelasan kewenangan penting agar pelaksanaan reforma agraria tidak justru menambah beban pemerintah daerah.

“Kedudukan gubernur dalam BRAN harus jelas. Tata kelola dan pertanggungjawaban hingga pembiayaan juga harus jelas. Jangan lagi menjadi beban daerah. Pusat dan daerah harus satu napas,” tegas Gubernur Harum.

Ia juga meminta regulasi baru benar-benar menyederhanakan penyelesaian persoalan agraria yang selama ini dihadapi masyarakat.

“UU baru harus membuat semua urusan agraria menjadi lebih mudah, bukan sebaliknya,” seru Gubernur Harum.

Persoalan kepastian hukum atas lahan menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam RDP. Sejumlah gubernur menyampaikan kondisi ketika suatu wilayah ditetapkan sebagai kawasan hutan, sementara sebelumnya telah terdapat alas hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

Kondisi tersebut, antara lain, disoroti melalui kasus Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kawasan yang selama bertahun-tahun dimanfaatkan masyarakat untuk bermukim dan berkembang sebagai kawasan wisata tersebut kemudian ditetapkan sebagai kawasan hutan.

Persoalan serupa juga disebut terjadi di sejumlah daerah lain. Masyarakat telah bermukim dan menjalankan kehidupan secara turun-temurun di kawasan yang kemudian berstatus kawasan hutan.

Selain kepastian hukum, RDP juga menyoroti ketimpangan penguasaan lahan. Sejumlah korporasi dan BUMN menguasai lahan melalui Hak Guna Usaha (HGU) dalam luasan besar, namun tidak seluruhnya dimanfaatkan.

Sebagian lahan bahkan berada dalam kondisi tidak digunakan atau idle. Di sisi lain, masyarakat dinilai belum memiliki akses yang memadai terhadap lahan tersebut.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayudha menyatakan persoalan HGU yang tidak dimanfaatkan perlu mendapat perhatian dalam pembahasan reforma agraria.

“HGU luas tetapi tidak dimanfaatkan oleh perusahaan atau BUMN. HGU yang tidak dimanfaatkan harus ditinjau ulang. Masyarakat dan pemerintah daerah jangan hanya jadi penonton,” tegas Rifqinizamy.

Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut akan menjadi bagian yang coba diselesaikan melalui UU Reforma Agraria.

“Dengan UU Reforma Agraria ini, kita akan coba selesaikan masalah-masalah ini,” kata Rifqinizamy.

Legislator asal Kalimantan Selatan itu juga menegaskan penguatan BRAN nantinya tidak diarahkan untuk menarik kembali kewenangan ke pemerintah pusat. Sebaliknya, desentralisasi dalam penyelesaian persoalan agraria akan diperkuat.

“Posisi gubernur di BRAN adalah wakil pemerintah pusat di daerah. Gubernur akan diberi kewenangan lebih besar untuk menyelesaikan persoalan agraria di daerah,” tegas Rifqinizamy.

RDP turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri ATR Ossy Dermawan, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Editor : Muhammad Tamyiz

Terpopuler

Miliarder Yamaha 2026
Warga Barito Kuala Raih Hadiah Rp 1 Miliar dari Undian Miliarder Yamaha 2026
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Wanita Perisai Sayembarakan Pernyataan Ganjar Pranowo soal Suka Nonton Video Porno

Silaturahmi Ramadan, Gubernur Kaltim Harap NU Jadi Motor Penggerak Akhlak Umat

Tak Hanya Tambang dan IKN, Kaltim Siap Jadi Raksasa Baru Industri Galangan Kapal Nasional

Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Pembina ProKlim 2025

Kritik Mulai Bergeser, Publik Diminta Waspadai Narasi Tak Lengkap

Gubernur Rudy Mas’ud Perkuat Fondasi UMKM Kaltim, Kementerian Nilai Daerah Ramah Pelaku Usaha

Bahlil Lahadalia Jabat Ketum DPP Golkar, Rudy Masud: Dukungan Pilkada Tidak Berubah

Gubernur Harum Ajak KAHMI Kaltim Bersinergi Majukan Pembangunan Daerah

Gubernur Harum: Kalimantan Harus Jadi Superhub Ekonomi Berbasis Budaya Dayak

Kementerian ATR/BPN Dukung Penyelamatan dan Pengalihan Aset Tanah Jiwasraya kepada IFG Life

TAGGED:Gubernur Harum Minta RUU Reforma Agraria Tak Tambah Beban DaerahJAKARTAPemprov Kaltim
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article kabut asap pekat Kabut Asap Pekat Selimuti Balangan, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Next Article paket Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk ASN di Tengah Karhutla

Latest News

Budidaya Ikan
Pemkot Banjarmasin Salurkan Bantuan Peralatan Budidaya Ikan
KALIMANTAN SELATAN November 1, 2026
karateka
300 Pelajar Ramaikan Festival Karate FORKI Tanah Laut 2026, Cetak Atlet Muda Berprestasi
KALIMANTAN SELATAN November 1, 2026
DPC PERADI Bandung
DPN PERADI Lantik Henryanrico Silitonga sebagai Ketua DPC PERADI Bandung Periode 2026-2030
Berita November 1, 2026
DPRD Kapuas Dorong Penanganan Karhutla Diperkuat, Status Bencana Nasional Jadi Opsi
KALIMANTAN TENGAH November 1, 2026
plinko gamethorfortune casinothorfortunethorfortunechicken road game
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?