lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Kenaikan harga cabai di pasaran menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar. Pemantauan harga bahan pokok terus dilakukan bersama Dinas Perdagangan untuk mengidentifikasi komoditas yang mengalami kenaikan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Banjar, Rachmad Ferdiansyah, mengatakan saat ini memang terjadi kenaikan pada sejumlah bahan pokok. Namun, komoditas sayur-mayur belum termasuk dalam 20 bahan pokok penting yang menjadi acuan utama pemantauan harga.
“Untuk kenaikan harga ini, kami masih memantau melalui Dinas Perdagangan. Memang saat ini ada kenaikan untuk beberapa bahan pokok,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, ke depan tidak menutup kemungkinan pemantauan harga diperluas ke komoditas lain, termasuk sayur-mayur, agar perkembangan harga di pasaran dapat terpantau lebih menyeluruh.
Baca juga: Dampak Kekeringan, Harga Cabai Rawit Lokal di Martapura Tembus Rp120 Ribu
Terkait kenaikan harga cabai, Pemkab Banjar akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
Ferdiansyah menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga komoditas pertanian adalah kondisi cuaca kering yang berdampak pada tanaman.
“Kalau kekeringan, tentu berpengaruh pada pertanian dan hasil produksi,” katanya.
Selain cabai, sejumlah bahan pokok lain seperti beras juga terpantau mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, menurutnya kenaikan tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
Sementara itu, faktor distribusi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Banjar masih melakukan koordinasi dengan dinas teknis untuk memastikan kelancaran distribusi komoditas di pasaran.
Ferdiansyah menambahkan, pihaknya rutin berkoordinasi dengan pedagang besar guna mengetahui kendala yang terjadi, sehingga pemerintah dapat mengidentifikasi penyebab kenaikan harga, baik dari sisi distribusi maupun faktor lainnya.
“Biasanya kalau ada kenaikan, kita langsung koordinasikan,” ujarnya.
Editor: Rizki


