lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Menjaga keamanan sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan kondusif menjadi perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin. Upaya itu dilakukan melalui penguatan pengawasan dan sinergi dengan TNI-Polri.
Salah satunya diwujudkan melalui razia gabungan yang digelar di lingkungan Lapas Batulicin, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq.
Razia melibatkan petugas Lapas bersama aparat TNI-Polri yang dibagi menjadi empat tim. Masing-masing tim beranggotakan 12 petugas gabungan.
Pemeriksaan dilakukan di sejumlah fasilitas Lapas, mulai dari dapur, Balai Latihan Kerja (BLK), pujasera, masjid, gereja, klinik, hingga kamar hunian warga binaan.
Untuk area hunian, petugas melakukan pemeriksaan di Blok Echo Kamar 3 dan 5 serta Blok Foxtrot Kamar 2 dan 3. Penggeledahan dilakukan secara humanis dengan tetap memperhatikan kondisi warga binaan.
Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di area hunian. Di antaranya kartu domino, empat korek api, amplas, cermin, tiga paku, dan satu batang besi.
Barang-barang tersebut kemudian diamankan untuk didata dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah kegiatan, Thoha juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga binaan. Ia menanyakan kondisi dan kesehatan mereka sekaligus mengingatkan pentingnya menaati tata tertib serta Standar Operasional Prosedur (SOP) selama menjalani masa pembinaan.
Menurut Thoha, pengawasan rutin tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembinaan warga binaan.
“Razia ini merupakan langkah konkret untuk mempertegas komitmen zero halinar di Lapas Batulicin. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari barang-barang yang dapat mengganggu keamanan maupun menghambat proses pembinaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kasubsi Kamtib) Lapas Batulicin, Indra Bagus Angkoso, mengatakan pengawasan dilakukan secara konsisten untuk mendeteksi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban sejak dini.
“Razia merupakan bentuk pengawasan yang harus dilakukan secara konsisten. Kami sejalan dengan komitmen Kalapas untuk mencegah halinar dan memastikan tidak ada barang yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban di dalam Lapas,” ujarnya.
Lapas Kelas III Batulicin memastikan penguatan pengamanan akan terus berjalan seiring dengan pelaksanaan pembinaan. Sinergi bersama TNI-Polri menjadi salah satu langkah untuk menjaga suasana Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif bagi warga binaan maupun petugas.
Editor: Muhammad Tamyiz


