lenterakalimantan.com, KUALA KAPUAS – Memasuki musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, perlu ditingkatkan sejak dini.
Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Kusmanto, mengatakan pencegahan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, terutama jika kondisi kemarau berlangsung lebih panjang, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, karhutla dapat menimbulkan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga pendidikan akibat munculnya kabut asap.
“Potensi Karhutla harus menjadi perhatian serius, karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga sektor pendidikan akibat kabut asap,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat dalam melakukan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
“Upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas. Karena itu, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat diminta terus memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi titik-titik rawan kebakaran,” katanya.
Selain koordinasi, Kusmanto meminta kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla turut menjadi perhatian. Peralatan pemadam, sumber air, hingga posko siaga perlu dipastikan dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
Ia juga mengingatkan masyarakat, terutama petani dan pekebun, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, api dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lahan kering dan disertai cuaca panas maupun angin kencang.
“Kita juga mengimbau masyarakat, khususnya yang membuka lahan pertanian maupun perkebunan, agar tidak menggunakan cara membakar lahan karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat cuaca panas disertai angin kencang,” jelasnya.
Kusmanto menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan maupun indikasi kebakaran di wilayahnya.
“Masyarakat harus memahami, membakar lahan bukan hanya melanggar aturan, juga membahayakan lingkungan dan keselamatan banyak orang. Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Kapuas agar tetap bebas dari bencana kabut asap,” pungkasnya.


