Secara Perlahan Melalui Program Penanganan Covid-19 Mampu Turunkan Tingkat Kemiskinan Kalsel

Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kalimantan Selatan (Kalsel) sampai dengan bulan Desember 2021 telah terealisasi sebesar Rp5,08 triliun
Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kalimantan Selatan (Kalsel) sampai dengan bulan Desember 2021 telah terealisasi sebesar Rp5,08 triliun

lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kalimantan Selatan (Kalsel) sampai dengan bulan Desember 2021 telah terealisasi sebesar Rp5,08 triliun, mencakup sektor kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, program prioritas, dan insentif pajak.

Terkait dengan penanganan COVID-19, sampai dengan saat ini menunjukkan indikasi yang semakin baik, target vaksinasi tahun 2021 lalu pun mampu dicapai.

Bacaan Lainnya

“Saat ini wilayah Kalimantan Selatan jika dilihat dari zona risiko berada pada wilayah dengan risiko rendah,” kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan Sulaimansyah, Banjarmasin, Kamis, (20/1/2022).

Sulaimansyah menyebutkan, realisasi DAK Fisik di Kalsel selama tahun 2021 mencapai 92 persen atau Rp1,33 triliun. DAK Fisik yang tidak bisa tersalur pada tahun 2021 sebesar Rp118 miliar, disebabkan gagal lelang dan kendala administrasi.

“Beberapa capaian output DAK Fisik selama tahun 2021 antara lain penanganan jalan 133,95 km, irigasi untuk 10.884,93 hektar, jaringan perpipaan untuk 13.310 sambungan rumah, peningkatan perumahan 1.068 unit, pembangunan gedung RS 3 paket dan puskesmas 60 unit dan lain-lain,” ujar Sulaimansyah.

Berbagai belanja perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan, Bansos Tunai, Kartu Sembako, BLT Dana desa, Kartu Prakerja serta didukung dengan pemulihan ekonomi yang semakin baik di Kalsel telah berhasil menurunkan tingkat penduduk miskin di tahun 2021 sebesar 0,27 persen sehingga menjadi 4,56 persen.

“Angka 4,56 persen menjadikan Kalimantan Selatan dengan penduduk miskin terendah se-Indonesia,” kata Sulaimansyah.

Sulaimansyah mengatakan, peranan belanja pemerintah (pusat dan daerah) di Kalsel telah berhasil menahan kontraksi pertumbuhan ekonomi wilayah pada tahun 2021.

“Hal tersebut nampak dari kesesuaian tren pergerakan jumlah belanja pemerintah dengan tren pergerakan PDRB wilayah Kalimantan Selatan,” kata Sulaimansyah. MC Kalsel/Rns

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.