lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Belasan siswa di sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 1 Kota Banjarmasin terpapar Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi menyatakan kasus Covid-19 meningkat belakangan ini. Namun, itu bukan karena varian baru Omicron.
“Kami masih menduga ini bagian dari varian Delta,” ujarnya pada Senin (31/1/2022).
Machli mengatakan bahwa hasil tes gen yang diperiksa kepada belasan siswa tersebut masih diatas angka 30. Hal tersebut membuat virus yang menginfeksi siswa di ibu kota bukan varian Omicron.
“Jadi tidak memenuhi syarat untuk pengiriman sampel ke Jakarta untuk diperiksa. Apakah ini Omicron atau tidak,” ucapnya.
Menurut dia situasi yang dialami siswa tersebut tidak lain dampak positif dari program vaksinasi. Dinkes Banjarmasin mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 101 angka.
“95 persen mereka tidak bergejala semua, ini bisa juga sebagai pertanda bahwa COVID-19 seperti orang kena flu biasa,” imbuhnya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mencatat ada tiga sekolah menengah pertama negeri (SMP) yang ditutup sementara untuk mengendalikan penularan Corona. SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 19 Banjarmasin.
Uniknya, siswa tersebut dominan sudah ikut program vaksinasi Covid-19. Baik secara mandiri maupun difasilitasi sekolah bekerjasama dengan Puskesmas terdekat.
“Kalau menurut penjelasan kepala sekolah sudah vaksin semua,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.
Totok memaparkan tidak ada syarat siswa harus 100 persen ikut vaksinasi baru Pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan.
Praktis, seluruh siswa di satuan pendidik ibukota presentasi vaksin tak capai 100 persen.
“Gurunya syaratnya 80 persen, kalau siswa bukan syarat PTM vaksinasi tapi kita kejar untuk head immunity,” ucapnya.
Totok meyakini vaksinasi siswa setiap sekolah baru menyentuh angka 70 persen lebih di ibu kota Provinsi Kalsel.
“Itu target kita, tapi tidak ada aturan untuk 70 persen,” lanjutnya.
Menurutnya keputusan tersebut mengacu terhadap surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri.
“Kalau nanti ada kebijakan lain oleh pemerintah daerah, itu lain lagi ceritanya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Banjarmasin, Gusti Khairur Rahman menjelaskan terdapat sekitar 570 siswa yang ikut vaksinasi di Puskesmas.
Sedangkan yang vaksinasi mandiri sekitar 270 siswa. SMPN 1 Banjarmasin mempunyai jumlah siswa 946 siswa.
“Tapi ada anak yang tidak ikut bervaksin karena usianya dibawah 12 tahun,” imbuhnya.
Ia menyampaikan bahwa 13 siswa yang terpapar Covid-19 merupakan satu kelas sejak Sabtu lalu (29/1/2022).
Mereka merupakan kelas 9 dan dilaporkan sudah ikut program vaksinasi.
“Hampir semuanya itu orang tidak bergejala (OTG), dia waktu tes PCR dalam keadaan sehat,”tutupnya.


