lenterakalimantan.com, BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Aulia Oktafiandi bersama PJ Sekda HST M Yani, Kepala BKSDMD HST Wahyudi Rahmat dan rombongan melakukan pendakian ke Gunung Besar Halau-Halau puncak tertinggi Kalimantan Selatan.
Saat mencapai puncak gunung tersebut, Bupati HST tetapkan destinasi Wisata Puncak Gunung Halau-Halau sebagai The Green Belt of Borneo secara simbolis melalui penandatanganan prasasti, Sabtu (4/6/2022).
“Kami baru saja mencapai Halau-Halau, atap teringgi Kalimantan Selatan The Green Belt of Borneo. Mari kita selamatkan Meratus, agar Halau-Halau dapat selalu terjaga dan menjadi destinasi wisata dunia,” ajak Bupati.
Pendakian itu semula dilakuan usai melakukan penandatangan kerjasama dengan Yayasan Bumi Kita Fantastik di Balai Adat Kiyu, Kecamatan Batang Alai Timur perihal pengelolaan persampahan hingga promosi pariwisata, Jum’at (3/6/2022).
Perjalanan awal dimulai Bupati dan rombongan sekitar pukul 09.30 Wita dengan melewati medan turun naik gunung, menyeberangi beberapa sungai hingga sampai di Pos 1 Tiranggang. Selang beberapa saat istirahat, pendakian dilanjutkan menuju Pos 2 Sungai Karuh sejauh 3,95 km atau 7.900 langkah dan berkemah disana.
Hari kedua Sabtu (4/6/2022), Bupati dan rombongan memulai pendakian sekitar pukul 08.00 Wita menuju Pos 3 Jumantir dengan medan hutan belantara yang lebih ekstrim dengan jarak tempuh 1,1 km atau 2.200 langkah.
Kemudian, langsung dilanjutkan menuju ke Pos 4 Penyaungan yang berjarak sekitar 4,7 km atau 9.400 langkah, hingga Bupati dan rombongan tiba di puncak Gunung Halau-Halau pada sore hari dan berkemah pada puncak tersebut.
Sementara, keterbatasan ruang di puncak yang cuma beberapa kemah saja yang bisa dipasang, maka sebagian rombongan harus bermalam di Pos 4 Penyaungan yang hanya berjarak 30 menit untuk menuju puncak gunung.
Selanjutnya, pada hari Minggu (5/6/2022) Bupati HST H Aulia Oktafiandi, PJ Sekda HST M Yani, Kepala BKPSDMD Wahyudi Rahman, Camat BAT dan dari Yayasan Bumi Kita Fantastik, beserta seluruh rombongan yang tergabung melakukan foto bersama The Green Belt of Borneo Expedition.
Usai kegiatan itu, Bupati dan rombongan pun sekitar pukul 08.00 Wita langsung turun kembali melalui jalur yang sama dengan melewati beberapa pos yang telah dilewati sebelumnya hingga tiba di Desa Hinas Kiri sekitar pukul 21.00 Wita pada hari yang sama, karena ada agenda hari Senin pagi.
Sedangkan, sebagian rombongan yang kelelahan termasuk warga asing masih bermalam di Pos 1 Balai Adat Dayak Tiranggang, yang dilanjutkan pada hari Senin (6/6/2022) pagi baru kembali menuju Desa Hinas Kiri dan kembali ke Barabai.
Pada pendakian ini turut didampingi Tim Kesehatan dari Puskesmas Tandilan dan Limpasu, serta melibatkan Tim Evakuasi dari Vertical Rescue Indonesia Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan itu, Turis asing pun turut memberikan edukasi kepada seluruh rombongan yang terlibat pada pendakian itu terkait tidak boleh membuang sampah sembarangan, terlebih lagi sampah plastik.
Mereka pun mencontohkan dengan membersihkan sampah-sampah yang ada dijalur pendakian tersebut dengan dibawa turun ke bawah, serta dijadikan media pembelajaran untuk workshop yang digelar di Barabai terkait pengelolaan sampah.


