lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Sejumlah masa yang tergabung dari Solidaritas Aksi Kamisan Kalimantan Selatan, Kamis kemarin (29/9/2022) kembali melakukan aksinya ke-28 di bundaran Hotel A Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Dalam aksi sejumlah mahasiswa gabungan tersebut, meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM yang belum lama ini dinaikan oleh pemerintah pusat.
Kenaikan harga BBM sendiri menurutnya telah memberi dampak pada kenaikan biaya produksi pertanian pangan dan distribusi pertanian pangan.
Keputusan pemerintah dalam menaikan tarif BBM juga dinilai sangat memberatkan masyarakat. Apalagi pemerintah sempat menyebut jika subsidi yang diberikan membebani APBN.
Hal ini diutarakan oleh salah satu perwakilan Solidaritas Aksi Kamisan Kalimantan Selatan Wira Surya Wibawa, ia mengatakan aksi yang dilakukannya bersama teman – teman sebagai wadah menyampaikan keresahan dengan mengkritisi dampak kenaikan BBM.
“Kami ingin BBM segera diturunkan karena BBM sangat mencekik bagi kehidupan rakyat dan dampak semua harga bahan pokok pada naik. Keputusan menaikkan BBM adalah keputusan yang sangat salah, karena tanpa melihat fakta dan keadaan dikalangan kehidupan masyarakat bahkan pandemi belum berakhir,” ucap wira.
Lanjutnya, keputusan yang dinilai tidak tepat dan dianggap bisa memperparah angka kemiskinan rakyat indonesia juga memincu inflasi di berbagai sektor investasi, kemudian melonjaknya harga kebutuhan pokok dan produksi sekala kecil.
“Sasaran bantuan masyarakat rakyat kecil harusnya merata untuk rakyat yang membutuhkan, bukan merata di kantong penguasa,” pungkasnya.


