lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Misteri penyebab kematian Ali S (28) tahun pekerja kebun jagung yang ditemukan telentang di kolam kecil penampungan air di Desa Bentok Kampung Bati-bati Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Kamis (17/11/2022) lalu mulai terpecahkan.
Sejauh ini polisi memastikan di tubuh korban tewas itu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan hal itu sesuai dengan pemeriksaan tim Inafis.
Diperkuat hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Hadji Boejasin Pelaihari (RSHB) bahwa tidak idak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh jenazah laki-laki itu.
Bahkan menurut Hendro petugas Kamar Jenazah RSHB mengatakan perkiraan korban meninggal berdasar pemeriksaan (visum), belum begitu lama menghembuskan nafas terakhir.
“Sekitar belasan jam, lebih dari 16 jam setelah korban ditemukan,”sebut petugas kamar mayat RSHB ini.
Korban sendiri diketahui bernama Ali Syaifudin kelahiran November 1994,warga Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Pihak keluarga juga telah berkomunikasi dengan pihak Polres Tala untuk pemulangan jenazah.
Kapolres Tanah Laut AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kapolsek Bati-Bati Iptu Joko Sulistyo Sriyono, Minggu (20/11/2022) mengatakan dari hasil pemeriksaan keseluruhan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Namun terkait penyebab korban meninggal dunia sesuai hasil informasi kami terima dari warga kolam itu merupakan tempat penampungan air untuk dipakai untuk menyemprot jagung. Pada hari rabu sebelumnya. Sebelum korban ditemukan kolam itu dipakai menyemprot rumput jagung.
“Jadi ini kemungkinan ada sisa-sisa obat rumput di dalam kolam tersebut. Ini masih kemungkinan loh ya. Mungkin sorenya itu dipakai cuci muka Lalu terjadi peristiwa itu,”katanya.
Sebab, semua pakaian dia masih ada terpakai dan sandal jepit korban juga masih terpakai saat ditemukan. “Handphone, ada dompet ada, lengkap. Tas korban juga masih ada disitu,”tandas Kapolsek.


