lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Turut peduli generasi muda di Banua, Gerakan Melawan Narkoba (Gemnar) Kalimantan Selatan buka seminar bertajuk pencegahan narkoba dikalangan remaja.
Seminar yang berlangsung satu hari itu dihadiri BNN Provinsi Kalsel, Anggota DPRD Kalsel, Akademisi Universitas Ahmad Yani Banjarmasin dan puluhan mahasiswa di Kalsel.
Ketua Gemnar Kalsel Ahmad Yuni menuturkan seminar atau gerakan melawan narkotika dan psikotropika salah satu bentuk upaya pencegahan bagi remaja agar menjauhi narkotika. ” Kita tidak ingin melihat masa depan kaula muda di Kalimantan Selatan ini rusak lantaran narkoba,”kata Ahmad Yuni, Sabtu (31/12).
Narkotika dan psikotropika sangat berbahaya bagi generasi muda. Sebab jika sudah tersandung maka sangat sulit untuk keluar dari jeratan narkoba ini. “Jadi jangan sampai remaja kita ini masa depan rusak akibat narkoba,”paparnya.
Harapan dengan seminar narkoba remaja di Banua memahami betul bagaimana narkoba sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup. “Oleh karenanya jangan sampai coba-coba narkoba ini. Jauhi narkoba dan lawan dengan kegiatan positif sehari-hari,”katanya.
Sementara dalam pemaparan sejumlah narasumber mengingatkan dampak nyata narkoba dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi narkoba ini tidak pernah habis selalu ada dan tidak pernah mati. Kenapa karena Narkoba sudah memasuki semua kalangan. Narkoba juga merupakan kejahatan yang luar biasa wajib kita perangi bersama,”katanya.
Perlu diketahui pula pelaku narkoba juga tidak mendapatkan bantuan hukum gratis lantaran ini merupakan kejahatan luar biasa yang merusak hidup masyarakat .”Jadi tidak mendapatkan bantuan hukum. Sebab dianggap pelaku narkoba merusak tatanan kehidupan termasuk lingkungan,”paparnya.
Begitu pula dipaparkan Dekan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Yani Masrudi Muchtar, bahwa salah satu cara memerangi narkotika dan psikotropika adalah melalui peran generasi muda dalam memberantas narkoba. “Ini salah satunya untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja,”papar magister hukum ini.
Ia menjelaskan narkoba pula merupakan kejahatan tertinggi kedua di Indonesia selain korupsi. Oleh karenanya harus dapat dicegah sejak dini.
Sebab generasi muda menjadi sasaran Empuk Narkoba bahkan bisa dikatakan hampir semua kampus terpapar narkoba “Ran 20 persen mahasiswa dan pelajar terpapar narkoba,”tandasnya.
Narkoba pula sambung dia menjadi bonus demografi Indonesia ini perlu perhatian kita bersama. “Apalagi korban narkoba dari data umur 15-65 tahun sudah terpapar,”urainya.
Sangat mahalnya narkoba negara mengalami kerugian Negara 84 triliun per tahun. Sementara untuk kasus Korupsi hanya 33,6/ tahun
“Jadi Pemberantasan ini harus kolaborasi semua harus terlibat seperti Pemerintah, masyarakat dan media,”katanya.
Sementara BNN Provinsi Kalsel bidang Analis Ahli Muda BNN Kalsel,Ferdy Kusuma Wijaya juga menyampaikan bahwa narkoba ini ibarat candu yang sulit dimatikan saat sudah terpapar.
“Jadi Perlu dilakukan pencegahan sejak sekarang sebelum terlambat. Mari lindungi keluarga Kita dari barang berbahaya ini,”ujarnya.
Jangan sampai jadi terpapar juga jangan sampai menjadi penjual pengedar. Jangan tergiur uang dan kenikmatan sesaat. Sebab jika tidak akan berurusan dengan pihak berwajib.


