lenterakalimantan.com, MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara H. Nadalsyah ternyata tak main-main dalam urusan pembangunan di daerahnya, hal itu diceritakan bagi warga Desa Sabuh Kecamatan Teweh Baru.
Menurut warga, apa yang dikerjakan Bupati mereka dalam hal pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Akhmad Gunadi melintasi Sungai Teweh (anak sungai Barito) sangatlah bijak, dikarenakan daerah tersebut dinilai sebagai urat nadi ekonomi masyarakat.
“Kami warga Desa sangat berterima kasih kepada Bupati Barito Utara H. Nadalsyah yang telah membangunkan jembatan, apalagi Beliau telah menggunakan anggaran pribadi keluarga dalam pembangunan,” tutur Imron
Pada tahun 2020 akibat Pandemi Covid-19 Anggaran Pendapatan dan belanja daerah secara menyeluruh mengalami refocussing anggaran, untuk pemulihan kondisi kesehatan masyarakat dan percepatan Vaksinasi Covid-19. Sehingga pemerintah daerah sebelumnya sangatlah terbatas dalam menyelesaikan prioritas yang telah ditetapkan salah satunya pembagunan infrastruktur.
Dikarenakan terbatasnya anggaran, tiga perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Barito Utara turut mendukung akan pembagunan jembatan tersebut. Bupati H. Nadalsyah sebelumnya juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas sumbangsih yang diberikan dari PT. Mitra Barito melalui dana CSR.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara Saya mengucapkan terimakasih kepada Komisaris Utama Mitra Barito yang Telah memberikan sumbangsihnya dalam pembangunan Jembatan Gantung Akhmad Gunadi Desa Sabuh Kecamatan Teweh Baru Ini,” tutur Bupati Barito ini, Rabu (4/1/2023).
Orang nomor satu di Barito Utara ini juga menambahkan, pembangunan jembatan gantung mengakomodir permintaan para tokoh Desa Sabuh yang berkeinginan mempunyai jembatan penghubung ke desa lain. Ia juga menyampaikan pemberian nama pun atas dasar permintaan para tokoh setempat.
“Besar harapan kita semua Jembatan Gantung Akhmad Gunadi ini nantinya mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat selain itu juga bisa memangkas jarak Ke Desa Sabuh tidak lagi melalui Km.27 Desa Sikui, tetapi melalui Jalan Malawaken-Benangin,” harapnya.
Seperti diketahui, jembatan gantung yang pembangunannya 100% menggunakan dana pribadi keluarga H. Nadalsyah mencapai Rp 7 miliar ini pekerjaannya diawasi dan disesuaikan dengan standar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara.
Adapun bentang utama jembatan 75 meter yang dari sisi Desa Sabuh 16 meter, jembatan penghubung arah Desa Sabuh seberang 24 meter dengan total panjang keseluruhan jembatan 115 meter dengan lebar 2,5 meter yang dapat dilalui pejalan kaki, kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan beban maksimal 3 sampai 4 ton.


