lenterakalimantan.com, PARINGIN – Harga beras dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten Balangan terus mengalami kenaikan. Kenaikan mencapai 50 persen. Hal ini menjadi keluhan ibu rumah tangga, padahal harga BBM (bahan bakar minyak) turun.
Siti, seorang ibu rumah tangga yang ketika tengah berbelanja di Pasar Pasar Paringin, Kabupaten Balangan ini tak habis pikir. Ia menghitung, saban bulan ada saja kenaikan harga beras di pasar.
“Iya hampir setiap minggu beras naik terus,” kata Siti, Senin (17/1/2023) kepada media ini
Ibu dua orang anak ini, mengatakan setiap bulan ia biasanya membeli hingga 5 Kilogram beras untuk konsumsi keluarganya.
Ia juga mengeluhkan, kondisi barang pokok yang hampir semuanya ikut naik.
Dia Pun mengaku suaminya harus memutar otak untuk menambah pemasukan keluarga.
“Saya terpaksa menjadi buruh cuci dan setrika di laundry untuk menambah pemasukan,” ujar wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga itu.
Sementara itu salah seorang penjual beras, di Paringin Jumaidi, beras itu mulai naik sejak dua bulan terakhir, harganya di tokonya pun sudah naik hingga 50 persen.
“Untuk beras sendiri semua jenis beras mengalami kenaikan, seperti Beras Banjar Anjir dan Beras Siam itu dari Rp.12.000,- sekarang sudah mencapai Rp.18.000 per liter sementara untuk beres Wirang, Pari, berada di kisaran harga Rp.9.000 ribuan dimana sebelumnya berkisar harga 6000 sampai Rp.7.000 per liter,” sebut Jumaidi.
Jumaidil bilang untuk kenaikan berasnya sendiri itu secara bertahap dari setiap kali pengiriman.
“Jadi setiap kali datang beras itu naik, misnya kali ini datang baiknya 60 ribu, kemudian ketika datang di pengiriman selanjutnya naik lagi 20 ribu, 30 ribu, kenaikannya bervariasi lah,” ujarnya.
Untuk daya beli masyarakat sendiri, Junaidi mengatakan, masih normal karena masyarakat sendiri juga paham karena tahu adanya informasi gagal panen di daerah Anjir.
“Di awal saja masyarakat sempat terkejut, namun makin kesini masyarakat juga paham,” tandasnya.


