lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta meresmikan jalan jembatan Konstruksi Aramco.
Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Rumah Sakit Hadji Boejasin (RSHB) Pelaihari.
Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus pemotongan nasi tumpeng oleh bupati, Rabu (15/2/23) di jalan utama RSHB Pelaihari.
Bupati Tala HM Sukamta, bersyukur jalan akses utama akhirnya dapat terealisasi. Kendati berbagai kendala termasuk setelah covid-19.
Bupati Sukamta berterima kasih masyarakat setempat yang telah mengikhlaskan tanahnya untuk pembangunan jalan utama ke Rumah Sakit Hadji Boejasin.
“Kami berterima kasih. Ini sumbangsih Luar biasa dan amal kebaikan,” katanya.
Bupati Sukamta mengatakan, yang lewat di sini orang-orang kesusahan. Dengan diikhlaskan maka akan mendapatkan pahala, kebaikan berkah dari Allah. Karena memudahkan jalan kepada mereka.
“Sebab orang yang lewat setiap hari perlu pertolongan segera dari para medis kita di RSHB,” ujar Bupati Sukamta.
Dia menjelaskan dalam pembangunan ini gangguan cukup banyak. Namun berkat tekad yang sungguh-sungguh bisa terealisasi.
Dengan diresmikannya penggunaan jalan utama ke Rumah Sakit, Tentu diharapkan pelayanan di rumah sakit semakin bagus pula.
Apalagi sambung dia, kontruksi dan desain rumah sakit sangat bagus. Itu terlihat adanya miniatur pedestrian pintu gerbang yang sangat bagus.
“Kita seperti masuk dengan tenang melihat pemandangan miniatur jalan yang bagus dan tentunya pemandangan yang bagus bisa menyembuhkan yang sakit,” katanya lagi.
Makanya sambung Bupati Sukamta, dengan desain jalan bagus dengan pintu gerbang yang bagus menambah kenyamanan dan motivasi pasien sembuh bisa cepat.
Ke depannya, fasilitas akan pihaknya tambah terus. Agar pelayanan semakin bagus dan pasien bisa terlayani tanpa harus dirujuk lagi keluar daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP Tala) Syahkril Hadrianadi menuturkan jalan dan jembatan ini dibangun dengan konstruksi Aramco.
“Dibiayai APBD Tanah Laut, dengan nilai Rp.5 miliar lebih dilengkapi dengan pintu gerbang dan pedestrian,” katanya.
Ia menjelaskan pembangunan akses utama menuju RSHB sempat menemui beberapa persoalan kenaikan harga bahan bangunan. Sehingga dilakukan penyesuaian harga dan beberapa miniatur dikurangi lantaran harga barang naik.
Seperti Lampu PJU yang asalnya 5 menjadi 2 dan pedestrian yang dikurangi lantaran harga barang naik.
“Namun kekurangan itu akan ditambah lagi pada anggaran yang akan datang. Sehingga jalan utama ini lengkap,” tutupnya.












