lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terdiri atas TNI, Polri, Basarnas, dan warga, akhirnya menemukan Jamal (35), korban yang tenggelam di Sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.
Lokasi ditemukannya pun tak jauh dari titik nol insiden perahu bermesin atau klotok tersebut, yakni hanya berkisar 100 meter. Saat ditemukan, korban tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Jasad Jamal ditemukan tim gabungan berjarak 100 meter dari lokasi tempat kejadian korban hilang saat sedang menyelamatkan diri karena perahu yang ditumpangi terbalik terhempas ombak pada Selasa (21/2) sekitar pukul 08.30 WITA,” kata Kepala Basarnas Banjarmasin, Al Amrad di Banjarbaru melalui keterangan tertulis, Selasa (21/2/2023) siang.
Menurut pihaknya, Jasad korban ditemukan setelah tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian mulai dari Senin (20/2/2023) petang hingga hari ini akhirnya korban ditemukan.
Korban Jamal tenggelam di Sungai Barito tepatnya di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar setelah mencoba menyelamatkan diri dari perahunya yang terbalik karena ombak besar.
Kala itu, korban menyelamatkan diri bersama 4 keluarganya dengan berenang ke tepian sesaat setelah perahu nya terbalik.
“Namun nahas, korban tidak sampai ke tepian dan tenggelam dan kasus itu kemudian dilaporkan ke Basarnas yang langsung menurunkan tim SAR untuk mencari bersama TNI, dan Polri serta warga setempat,” tambahnya.
Kemudian, pada pukul 09.00 Wita setelah korban dievakuasi menuju rumah duka, tim SAR gabungan menutup operasi SAR dan mereka kembali ke kesatuan masing masing.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin sebagai garda terdepan dalam upaya pertolongan dan pencarian korban selalu siaga dalam menerima semua laporan yang masuk.
Saat ini Basarnas Banjarmasin sudah memiliki beberapa kantor perwakilan atau cabang seperti Pos SAR Kotabaru, Unit siaga SAR Tabalong dan Unit siaga SAR Batulicin.
“Hal ini sebagai upaya Basarnas dalam mempercepat upaya pencarian korban baik itu hilang di gunung, tenggelam di sungai dan lainnya,” tutup Al Amrad


