lenterakalimantan.com, SAMARINDA -Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya akan bermakna apabila manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kaltim terus memprioritaskan penguatan konektivitas wilayah sebagai fondasi pemerataan pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan tidak boleh berhenti di pusat-pusat kota. Kami terus berikhtiar memperkuat konektivitas wilayah agar tidak ada lagi daerah yang tertinggal dari gerak maju pembangunan,” ujar Gubernur Harum, belum lama ini.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltim secara bertahap mempercepat pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan provinsi. Sejumlah proyek strategis tengah dikerjakan, di antaranya pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang, jalur penghubung Kutai Timur–Berau, serta pembukaan akses jalan Sotek–Bongan yang akan menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara langsung dengan Kabupaten Kutai Barat.
Menurut Gubernur, pembangunan jalan tersebut memiliki peran strategis dalam memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Pembangunan infrastruktur ini bukan semata membangun fisik jalan, tetapi merupakan urat nadi harapan yang menyambungkan desa ke desa, membuka akses ekonomi, serta memberi kesempatan yang sama bagi setiap anak Kaltim untuk menjemput masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Komitmen pemerataan pembangunan tersebut sejalan dengan visi besar Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas, yakni Kalimantan Timur yang maju secara ekonomi, unggul sumber daya manusia, berkeadilan sosial, serta berkelanjutan dari sisi lingkungan.
Visi tersebut dijabarkan melalui berbagai misi pembangunan, mulai dari penguatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan, pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, hingga penerapan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Gubernur Harum menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara adil dan merata di seluruh wilayah Kalimantan Timur.


