• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Bagaimana Islam Mengatur Permainan Game yang Digandrungi Semua Kalangan
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Bagaimana Islam Mengatur Permainan Game yang Digandrungi Semua Kalangan
BeritaKALIMANTAN SELATAN

Bagaimana Islam Mengatur Permainan Game yang Digandrungi Semua Kalangan

Riswan
Riswan
Share
5 Min Read
Bedah buku Fiqih Game karya Diki Rifattama digelar di Gedung Dakwah PWNU Kalsel.
Bedah buku Fiqih Game karya Diki Rifattama digelar di Gedung Dakwah PWNU Kalsel.
SHARE

lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan melaksanakan bedah “Buku Fiqih Game” bagaimana Islam mengatur permainan game yang digemari semua kalangan ini.

Acara berlangsung di Aula Gedung Dakwah PWNU Kalimantan Selatan, Rabu (1/3) tersebut dihadiri para kalangan alim/ulama, akademisi, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah, lembaga, lajnah dan banom dilingkungan kabupaten/kota terdekat serta para undangan dari mahasiswa dan umum.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel, KH Hasib Salim dalam sambutan dan sekaligus membuka kegiatan bedah buku Fiqih Game yang ditulis Diki Rifattama menyebutkan, bahwa buku ini menghidupkan tradisi fiqih sebagai wujud dari pentingnya bahstul masail (forum membahas yang belum ada dalil) yang selalu dilakukan Nahdlatul Ulama, karena hukum akan dipertemukan dengan hal-hal baru sehingga diperlukan hujjah / dalil untuk menjadi panduan sehari-hari.

“Tidak terkecuali masalah game yang hari ini sangat digandrungi bukan hanya oleh orang dewasa juga anak-anak kita, sehingga perlu pedoman,” katanya.

Ditambahkan panitia kegiatan yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM PWNU Kalsel, Muhammad Hafizh Ridha, semoga karya fiqih game ini bisa menjadi pemantik diskusi dan memperkaya literasi buat semua pihak, sehingga punya landasan dan mengupayakan perbaikan demi perbaikan dalam pengambilan hujjah.

Karena ini, paparnya, bagian dari fiqih sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Semoga semua pihak berkenan mensupport untuk menyebarkan luaskan tulisan-tulisan dengan nilai kemanfaatan ini,” tuturnya.

Dipaparkan Hafizh, buku Fiqih Game yang ditulis Diki Rifattama ini merupakan produk fiqih modern yang digagas atau dikaji hasil dari tuntutan zaman. Semakin bertambahnya hari, game menjadi salah satu kebutuhan yang paling digemari oleh manusia terutama anak-anak, oleh karenanya game saat ini menjadi masalah yang cukup serius karena dapat mengancam kesehatan dan akal yang justru hal tersebut merupakan bagian dari Maqashid Syari’ah.

Oleh karena itu Islam dengan fiqihnya harus turut mengatur dan memperhatikannya.
Dengan adanya Fiqih Game ini, setidaknya orang-orang mempunyai landasan atau sandaran dalam bermain game agar tidak bertentangan dengan hukum-hukum Syariat. Tidak hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk keluarganya terutama bagi yang mempunyai anak.

Dijelaskannya, Fiqih Game disini berfokus tidak hanya untuk anak-anak, melainkan semua kalangan contohnya bagaimana hukum balita bermain game dan bagaimana hukum jompo bermain game.

Sementara itu, Drs. Humaidi, M.Ag akademi UIN Antasari Banjarmasin/Wakor Kopertais Wil XI Kalimantan yang menjadi narasumber menyebutkan sebuah karya yang patut dapresiasi menghidupkan lagi nalar berfikir kritis sesuai dengan zamannya. “Sebagaimana dulu Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari dengan banyak karangan beliau terkait fiqih,” tuturnya.

Begitu juga yang disampaikan Arif, Praktisi Game, Sekretaris IESPA ‘Indonesia Esport Association KALSEL menyebut buku ini referensi yang dibutuhkan mengingat perkembangan game yang sangat luar biasa, karena game online punya banyak warna dan dimainkan disegala usia.

Untuk itu perlu pemilahan dan pemilihan game secara tidak langsung bukan hanya mempengaruhi fisik pemain juga psikologis sehingga diperlukan regulasi dari pemerintah secara khusus. “Ini yang kami perjuangkan,” pintanya.

Hal serupa juga disampaikan Habib Saleh, Syuriah PWNU KALSEL, bahwa klasifikasi hukum pada permainan game sangat diperlukan agar menjadi panduan, bukan hanya sekadar imbauan semata.
Semisal mana yang memenuhi unsur kekerasan, pornografi maupun judi, jelas berbeda dengan sifatnya sport/olahraga atau hanya permainan biasa disemua rentang usia. “Wabil khusus untuk anak-anak kita agar tidak lalai dan meninggalkan yang wajib demi bermain,” katanya.

Sedangkan Ustadz Khairullah Zain, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Kalimantan Selatan yang menjadi panelis mengapresiasi setinggi-tingginya untuk sebuah karya dengan dimensi fiqih di era kekinian.

Dengan melihat aspek sosial kemasyarakatan dan dalam hal ini mengangkat masalah FIQIH GAME. Ini menjadi tanggung jawab bersama sembari menguatkan hujjah serta referensi terkait. “Karena fiqih adalah nalar hukum sosial kita yang menyangkut banyak hal,” tutupnya.

Dengan adanya diskusi ini, besar harapan semoga Fiqih Game ini dapat bermanfaat untuk umat, tak hanya muslim dan muslimah melainkan juga orang-orang non muslim yang diharapkan juga dapat merasakan nilai-nilai Fiqih Game ini sehingga terwujudnya Islam yang Rahmatan lil Alamin. Rilis

Terpopuler

Obor
Ribuan Obor Sambut 1 Muharam, Bupati Buka Islamic Expo Tanah Laut 2026
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Ratusan Pelajar dan Pemuda Ikuti Finisher Fun Run Susur Sungai Barito di Tabunganen

Pemprov Kalteng Tegaskan Peran Strategis UPR dalam Mencetak SDM Berdaya Saing

Dorong Keaktifan Peserta JKN, Gubernur Kaltim Minta Kabupaten/Kota Tingkatkan Kepesertaan

Gubernur Kalsel Dorong PERSI dan MAKERSI Perkuat Pelayanan dan Tata Kelola Rumah Sakit

Kalsel Raih Juara Stand Terbaik di Jogja Kreatif Expo 2025

Monitoring Ke Pasar Tradisional dan Modern, Ketersedian Bahan Pokok Cukup

Kasatpol PP Minta ASN Pemkab Banjar Tingkatkan Kedisiplinan

Rapat Paripurna DPRD, Wali Kota Banjarmasin Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2025

OJK dan Pemprov Kalsel Dorong Literasi Keuangan Pelajar di Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2025

Pemprov Kalsel Pacu Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi dan Penguatan Agroindustri

TAGGED:Banjarmasinbedah buku gamePWNU Kalsel
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Screening kesehatan usia produktif terhadap seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala. Foto: Dok. Diskominfo for lenteraKalimantan.com Screening Kesehatan Usia Produktif untuk PNS dan PTT Pemkab Tala
Next Article Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat bersama dengan Wakil Bupati Kapuas HM Nafiah Ibnor dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas menyambut kedatangan penceramah asal Barabai (Kalsel) KH Bahran Jamil untuk memenuhi undangan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Guru Sakumpul ke 18, di Masjid Al Mukarram Amanah Kuala Kapuas, Minggu (26/2/2023). Foto: hmskmf kapuas Bupati dan Wabup Sambut Kedatangan Penceramah KH Bahran Jamil di Masjid Al Mukarram

Latest News

lampu
Pelaihari Makin Bersinar, 30 Tiang Lampu Baru Hiasi Jantung Kota
KALIMANTAN SELATAN Juni 16, 2026
dinsos
Pascabanjir Bandang, Dinsos Balangan Salurkan Bantuan Alat Dapur untuk 1.401 KK
KALIMANTAN SELATAN Juni 16, 2026
rakor
Rakor Nasional Bahas Inflasi dan Sensus Ekonomi 2026, Kalteng Masih Catat Inflasi Tinggi
KALIMANTAN TENGAH Juni 16, 2026
ketahanan pangan
Wamenko Pangan Dorong Kalsel Jadi Penyangga Ketahanan Pangan Regional
KALIMANTAN SELATAN Juni 16, 2026
plinko gamethorfortune casinothorfortunethorfortunechicken road game
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?