lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Polsek Banjarmasin Timur dan Macan Resta Banjarmasin berhasil meringkus pelaku pembunuhan yang terjadi di Jalan Veteran Kelurahan Sungai Bilu Kecamatan Banjarmasin Timur. Sabtu, (5/8/2023) malam.
Tidak selang berapa lama setelah ditemukannya seorang pria atas nama Muhammad Ferdi Ramadhan (34) tewas bersimbah darah di kawasan Jalan Veteran Depan Gang Antara, polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku, Minggu (6/8/2023).
Unit Buser Polsek Banjarmasin Timur dan Macan Resta Banjarmasin berhasil meringkus Ifan pelaku pembunuhan tersebut di kawasan Desa Handil Mulya Kapuas Timur sekitar 6 jam setelah kejadian.
Menurut Kapolsek berdasarkan keterangan para saksi, kejadian bermula saat Ferdi yang merupakan korban pembunuhan adalah warga Jalan Pramuka sedang makan pentol bersama rekannya di kawasan tersebut.
Disaat yang bersamaan datang empat orang pemuda mengendarai motor yang juga ingin makan pentol di tempat itu.
“Kemudian terjadilah selisih faham antara korban dan salah satu pemuda tersebut, apa lihat-lihat kata salah satu pemuda tadi yang dijawab korban, apa? kenapa? Saya tidak lari, ” sambungnya menirukan percakapan antara salah satu pemuda dan korban.
Kemudian empat orang pemuda tersebut pergi meninggalkan lokasi kejadian. Sedangkan korban dan temannya tetap berada di lokasi kejadian.
Tak selang berapa lama, sekelompok pemuda tadi kembali lagi dengan jumlah lebih banyak. Satu diantara mereka langsung mengeluarkan senjata tajam berupa cerlurit dan menyerang korban hingga terkapar bersimbah darah.

Korban pembunuhan diketahui bernama Muhammad Ferdi Ramadhan. Sabtu, (5/8/2023) malam. Sumber: Polsek Banjarmasin Timur for lenterakalimantan.com
“Korban mengalami dua mata luka di punggung dan satu di bagian perut yang menyebabkan ususnya terburai,” ungkapnya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur Ipda Partogi Hutahaean mengaku masih mendalami kasus ini.
la mengaku masih mencari apakah ada pelaku lain dalam kejadian ini.
“Kita masih dalami, jika ditemukan ada pelaku lain tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. “Tutupnya.”


