lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Aksi penyemprotan lahan yang terbakar dilakukan oleh warga Desa Tambing Rimbah Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (28/9/2023).
Penyemprotan ini dilakukan akibat api yang sebelumnya dinyatakan padam ternyata kembali menyala, hingga kemunculan api secara tiba-tiba membuat warga setempat geger lantaran mendekati rumah penduduk.
Menurut warga setempat, Asrani, menyebutkan banyaknya jerami padi di lahan pertanian rupaya menjadi penyebab bibit api masih tersimpan di bagian dasar tanah, keluarnya api ini juga di perparah tiupan angin kencang membuat api semakin membesar.
“Kejadian api malam tadi namun sudah padam, tapi pada siang hari sekitar jam 10 siang menyala lagi, kemungkinan api menyala dari sisa-sisa api ditakutkan api mendekati rumah penduduk,” ujarnya kepada Media Lenterakalimantan.com saat dilokasi kejadian.
Akibat banyaknya lahan terbakar di beberapa titik lokasi, warga lainnya Imah mengaku sering mengalami gangguan pernapasan setiap melakukan aktivitas sehari-hari.
“Seminggu sudah ada lahan terbakar, tapi hari ini sudah berasap, dampaknya sering mengalami sesak napas, batuk yang sudah dirasakan dan mudah – mudahan segera berakhir,” harapnya.
Seperti diketahui, kabut asap yang melanda di Kabupaten Barito Kuala dan di beberapa Kabupaten lainnya biasanya sangat pekat terjadi pada malam hari sampai di pagi hari,
Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebelumnya memberikan himbauan melalui surat edaran kepada masyarakat, agar beraktivitas keluar rumah selalu menggunakan masker penutup mulut dan hidung.


