lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Ustadz Ahmad Rijaldy pada Pondok Pesantren Daarul Qur’an Istiqomah yang berada di Jalan Ambawang RT 03 RW 01 Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.mengharapkan pelaku penggelapan uang pembangunan masjid yang diketahui bernama Agus Febriansyah segera ditemukan dan ditangkap aparat penegak hukum.
Menurutnya, pelaku Agus Febriansyah adalah Kepala tukang pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Daarul Qur’an Istiqomah telah buron dari Tanah Laut.
Pelaku membawa kabur uang untuk pembelian pintu dan jendela sebesar Rp 553 juta.
Ahmad Rijaldy menambahkan, padahal dengan uang yang sangat fantastis itu, P
pihak pengurus Masjid dan Pondok Pesantren Daarul Qur’an Istiqomah sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan.
Pasalnya 200 orang santri dari berbagai Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Laut sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren DQI ini.
Ahmad Rijaldy menjelaskan kejadian awal pelaku membawa kabur uang setengah miliar lebih secara cash untuk pembelian pintu dan jendela sekitar bulan April 2023.
“Masalah ini sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Polres Tanah Laut 20 April 2023 dan pelarian pelaku sudah enam bulan sampai saat ini belum ada titik terang, dengan harapan semua masyarakat juga bisa membantu jika melihat keberadaan pelaku dan melaporkannya. ”kata Ustadz Ahmad Rijaldy, Selasa malam ( 5/9/2023).
Ahmad Rijaldy menjelaskan, pelaku adalah orang dari luar Kalimantan. Sejak awal pembangunan Pondok Pesantren DQI diserahkan kepada pelaku.
Lantaran garapan pembangunannya mempunyai seni beda dari yang lain. Pengerjaan DQI ini kurang lebih sudah 2 tahun sejak tahun 2021 sampai 2023.
“Pelaku meminta uang DP sebesar Rp 200 juta ke pihak Pengelola DQI, dengan alasan akan membeli ukiran pintu dan jendela di daerah Jepara. Karena dipercaya orang yang lama dan membangun di DQI tidak ada rasa curiga dan menyerahkan uang cash memakai kwitansi dengan nominal semuanya Rp 553 juta, dan sumber dana itu dari uang wakaf ,”jelasnya.
Ahmad Rijaldy berharap, pihak Kepolisian dan masyarakat ikut membantu karena ini menyangkut dengan sosial keagamaan menyangkut Pondok Pesantren dan Masjid dan pelaku segera ditangkap.
Terpisah Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Agus Adi Prayoga saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari pihak pengurus Pondok Pesantren DQI terkait penggelapan uang oleh pelaku kepala tukang.
Menurutnya, saat ini kasus tersebut naik ke proses penyelidikan dan Polisi sedang memburu pelaku yang merupakan warga Madura.


