lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kapolsek Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut, Iptu Samsudi, menjawab perihal laporan Emak-emak atas dugaan Bandar Arisan di Desa Banyu Irang membawa kabur dana arisan ratusan juta.
Kapolsek menuturkan memang ada sejumlah warga yang merasa jadi korban arisan di Banyu Irang dimana bandarnya lari hingga sekarang belum kembali.
“Kalau diminta mediasi kemarin dengan kepala desa Banyu Irang memang ada, cuma sebatas media. Kalau laporan polisi secara resmi dari korban belum kami terima,”kata Syamsudi, Kamis, (29/11/2023).
Mediasi ini juga sambung dia tidak berhasil lantaran bandar arisan Berinisial N warga Desa Banyu Irang tidak muncul. Sehingga mediasi tersebut gagal dilaksanakan. “Mediasi kan harus terlaksana antara kedua belah pihak. Tapi ini tidak ada bandarnya,”paparnya.
Sementara untuk laporan korban arisan tentu kami siap melayani asalkan ada laporan dan bukti-bukti bahwa bandar ini membawa kabur uang arisan warga.
“Jelas kami harapkan buktinya disertakan juga, misalnya, bukti transfer uang atau penyerahan uang dan foto-foto kegiatan arisan dari para korban arisan,”kata Kapolsek.
Syamsudi bilang memang dirinya banyak mendapatkan informasi korbannya cukup banyak dan uang arisan yang ada di bandar itu mencapai ratusan juta. “Pokoknya banyak uang peserta arisan yang ada di bandar. Diperkirakan 200juta sampai 500juta. Begitu Informasinya,”tandasnya.
Seperti diwartakan sebelumnya Emak-emak di Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut, dikabarkan rame-rame Laporkan seorang bandar arisan ke Polsek Bati-Bati. Menyusul Bandar Arisan telah menghilang dalam sepekan ini.
Bandar itu ada lagi di Rumahnya di Desa Banyu Irang Bati-Bati, Diduga Kabur ke Kalimantan Tengah.
Tidak tanggung tanggung uang arisan yang dibawa oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial N mencapai ratusan juta rupiah.
Sudah sekitar semingguan tak ada lagi di kampung kami, sudah pindah bersama suami dan anaknya.
“Bahkan Rumahnya di RT.05 Gang Famili, informasinya sudah digadaikan ke Bank,”kata I, salah satu korban Arisan kepada media ini, Selasa (28/11/2023).
Info yang kami dapat, sekarang berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. “Sesuai Surat Pindah Anaknya dari sekolah Asal disini di MIN Kota Banjarbaru,”paparnya.
Dikatakannya, nomor handphone N tak bisa lagi dihubungi. Karena itu pihaknya pada Selasa pekan lalu melaporkan hal tersebut ke Polsek Bati Bati.
Ia berharap aparat kepolisian menangani kasus tersebut agar N dapat mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukan.
Menurut dia jumlah peserta arisan lumayan banyak, sedikitnya mencapai puluhan orang di Banyu Irang.
Selain itu,vada juga dari beberapa orang dari desa sekitar seperti Desa Bentok dan Desa Bangkal (Kota Banjarbaru). Jumlah total peserta arisan diperkirakan mencapai seratus orang lebih.
Ia mengatakan ikut arisan yang get 50jt rupiah dan baru jalan 7 bulan satu bulan nya bayar Rp.2 juta rupiah. “Setelah bandar kabur kami mencari informasi dari orang yang sudah kena lot arisan ternyata hanya 3 orang,”katanya.
Tetapi sambung dia satu dari 3 orang itu uang nya gak full di kasih. Terus 4 orang dari lot yang sudah kena itu ternyata bandar nya yang pakai uang nya. “Jadi ulun (saya) hilang uang Rp.14juta rupiah satu orang/lot dikali 25 peserta,”tukas dia.
“Itu baru arisan yang bulanan, belum lagi arisan yang mingguan sama harian. Kalo yang mingguan dapat nya satu lot ada Rp.15 juta yang harian Rp 10,5juta,”bebernya.
Semuanya saat ini resah karena uang arisan raib lantaran bandar arisan pergi menghilang tanpa kabar dan tak diketahui secara persis dimana berada.
Jenis arisan yang dijalankan beragam. Ada yang bulanan, mingguan, dan harian. Total nilai uang arisan yang masih berada di tangan N sekitar Rp 650 juta.
Dirinya ikut arisan bulanan dengan setoran sebesar Rp 2 juta sebulan. Anggota arisan bulanan sebanyak 25 orang dan baru berjalan tujuh bulan
Lima cabutan lainnya diperkirakan fiktif. Sementara itu arisan harian (setoran Rp 20 ribu, total dapat Rp 10,5 juta) telah diguncang sekitar 56 kali.
Masih tersisa sekitar 22 guncangan lagi. Sedangkan arisan mingguan (total tarikan Rp 15 juta) baru berjalan sekitar tujuh minggu.
Peserta Arisan Lainnya Ami mengaku uangnya yang dibawa kabur mencapai Rp.10 juta, “Saya ikut arisan yang bulanan dengan setoran Rp 2juta, sudah 7 kalo guncang. Namun yang dapat baru dua sementara 5 fiktif,”katanya.
Hal sama dialami OR, Dia mengaku ikut arisan. Namun yang dibawa kabur cuma Rp.5,4 juta. “Sebagian saya sudah dapat,,’katanya.
Ia berharap uangnya dikembalikan sebab uang itu hasil tabungan mau beli ban jika kena arisan. “Tapi ternyata bandar kabur,”tandasnya.
Perseta arisan lainnya HM, juga menjadi korban Bandar N. “Benar jadi korban, saya cuma ikut separo aja, Rp.200 ribu/minggu. Kalau Full Rp 15.000.000,. Jadi uang saya masuk cuma 800.000,karna arisannya baru jalan 8 minggu, 8 itu sudah termasuk untuk bandar,”katanya


