lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Seksi Penerangan Hukum Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan mengadakan Jaksa Masuk Madrasah (JMM), Senin (29/1/2024).
JMM adalah program di mana Kejaksaan memberikan pengenalan dan pembinaan hukum sejak dini kepada siswa Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapin.
Dikatakan Kasi Penkum Kejati Kalsel Yuni Priyono SH, Jaksa Masuk Madrasah pada kesempatan kali ini membahas “Kenakalan Remaja, Kenali Hukum, Jauhi Hukuman.”
“Topik ini dipilih karena banyaknya kenakalan remaja saat ini di Kalimantan Selatan,”kata Yuni Priyono.
Lanjut Yuni Priyono, selain dirinya sebagai narasumber juga ada Agung Pamungkas, SH, MH, Koordinator pada bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, dan materi yang dibahas masalah kenakalan remaja yang sering terjadi di kalangan remaja saat ini.
“Mengingat bahwa masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa, banyak remaja memiliki
rasa ingin tahu dan ingin coba-coba yang besar. Namun, mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka menjadi remaja yang nakal,”ujar Priyono.
Lanjutnya kenakalan remaja mencakup semua perilaku yang menyimpang dari standar masyarakat, pelanggaran status, atau pelanggaran hukum pidana.
“Contoh pelanggaran status termasuk kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, dan balap liar. Selain itu, narasumber juga membahas hukum perkara tentang kenakalan remaja, seperti tawuran, bullying, dan lainnya,”papanya.
“Lewat kegiatan ini, menurut Pimpinan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, diharapkan dapat berfungsi sebagai tindakan pencegahan untuk mengurangi tingkat kejahatan terhadap anak-anak, terutama di usia remaja, dengan memberikan pengetahuan hukum kepada anak-anak sehingga mereka dapat menghindari hukuman,”tutup Yuni Priyono.


