Lenterakalkmantan.com, RANTAU – Penyerahan bantuan dana hibah peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan terhadap bencana di daerah secara simbolis dilakukan oleh Pj Bupati Tapin M Syarifuddin, bersama anggota DPRD Tapin Ikhwanudin Husin dan Kepala BPBD Tapin H Raniansyah di halaman kantor BPBD Tapin, Selasa (23/11/2024).
Seperti diungkapkan Pj Bupati Tapin M Syarifuddin, bahwa bantuan hibah yang diserahkan merupakan bantuan dari pemerintah kepada para relawan dan kelompok masyarakat yang ada di Tapin.
“Diberikannya bantuan ini paling tidak bisa mempercepat tugas para relawan maupun BPBD dalam mengatasi bencana yang terjadi,” ucapnya.
Ia juga berpesan, kepada para relawan agar tak hanya mengatasi bencana yang terjadi, namun para relawan juga mengutamakan keselamatan diri saat bertugas.
“Jangan sampai menolong orang lain sementara nyawa kita dipertaruhkan, sebelum menolong orang lain utamakan diri kita,” pintanya.
Sementara itu H Ikhwanudin Husin mengatakan, bantuan yang diserahkan merupakan realisasi yang tertunda pada tahun 2023 yang alhamdulillah bisa diselesaikan pada tahun ini.
Mendampingi PJ Bupati Tapin, ada dua desa yang mendapat bantuan hibah yakni Desa Margasari Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang serta bantuan untuk Team Rescue Tapin.
“Kita tidak berharap bencana terjadi, namun bantuan yang kita serahkan untuk persiapan dalam mengantisipasi seumpama nanti terjadi bencana,” ujarnya.
Lanjutnya, “tinggal kedepan kita kembali akan mengkalkulasi ada berapa wilayah yang masih memerlukan bantuan, baik akan di akomodir oleh SOPD atau melalui pokok pikiran dewan (Pokir),” tambah H Ikhwanudin.
Terkait intensif relawan, anggota DPRD Tapin ini mengaku masih menunggu masukan dari SKPD terkait dikarenakan sifat perwakilan rakyat menurutnya bukan menunggu melainkan menghitung.
“Apabila nanti insentif itu sesuai dengan kemampuan daerah, misal apabila SKPD mengajukan 100 rb ternayata kita berhitung dengan kemampuan hanya bisa 200 kenapa tidak. Jadi kita menunggu berhitung dulu dari SKPD mengajukan anggaran insentifnya seperti apa, nanti kita akan menyikapi dengan pengangaran,” bebernya.
Ia membeberkan lagi, tidak menutup kemungkinan soal insentif ada dan saat ini pihaknya masih memperjuangan tiga kebutuhan lainnya.
“Pertama mengembalikan santunan kematian, kedua kita berupaya lagi insentif lapangan BPBD dan ketiga insentif tenaga pengajar agama Non PNS,” pungkasnya.


