lenterakalimantan.com, BANTUL – Pada kegiatan TMMD Kelurahan Muntuk Kabupaten Bantul, ada sebuah Mushola yang diberi nama Al-Hidayah, bangunannya terlihat kecil dengan bentuk hanya kotak saja, namun siapa sangka Mushalla yang sudah berdiri sejak puluhan tahun itu telah banyak melahirkan santri santri yang bisa membaca Al-Quran.
Sosok yang membuat Musalla Al-Hidayah itu terus didatangi anak anak mengaji itu adalah Sutarmi (47), seorang guru ngaji yang berjuang tanpa pamrih demi melihat anak didiknya bisa mendapatkan ilmu agama di daerah pegunungan yang sangat jauh dari keramaian.
Lalu kepada TNI Dikisahkan oleh Sutarmi Seorang Guru Ngaji yang sejak 26 tahun lalu mendirikan Musalla yakni dengan biaya pribadi.
Dulu kata dia awalnya mengajar TPA di Masjid, namun karena kesibukan Sutarmi tidak bisa melanjutkan mengajar. Tidak adanya sosok yang menggantikan Sutarmi mengajar TPA di Masjid, “Anak-anak meminta untuk diajari mengaji di Mushola yang didirikannya dan kegiatan itu berlangsung sampai sekarang,”ujarnya.
Sutarmi mengucapkan terimakasih kepada Satgas TMMD atas bantuan berupa pembangunan tempat wudhu sehingga anak anak lebih bersemangat lagi untuk mengaji.
“Tidak hanya anak anak yang bersemangat namun para wali dari anak anak yang mengaji di tempat Sutarmi juga tidak mau ketinggalan dengan diwujudkan ikut membantu pembangunan tempat wudhu setiap harinya,”ujarnya.
Melihat semangat para wali santri dan Satgas TMMD, Sutarmi merasa terharu, semoga apa yang dilakukan Bapak Bapak TNI di Mushalla Al Hidayah dibalas yang lebih banyak oleh Allah SWT.
Sutarmi sekarang juga bisa tersenyum dengan telah terbangunnya tempat wudhu di Mushola Al-Hidayah. Semangat untuk mengajar mengaji seolah olah selalu ada. Anak anak yang mengajipun sekarang merasa nyaman dalam brwudhu sebelum melaksanakan kegiatan beribadah di Mushola Al-Hidayah.












