lenterakalimantan.com, BANTUL – Tepatnya pertengahan Bulan Februari Suara terompet pagi terdengar di seluruh Markas Batalyon 403/Wirasada Pratista dimana ada yang berbeda pagi itu karena sebanyak 45 personel dengan penuh semangat melakukan persiapan untuk tugas operasi.
Tugas operasi kali ini tidak ke Papua ataupun perbatasan Kalimantan dengan Malaysia melainkan tugas operasi membantu warga masyarakat Tangkil Muntuk Dlingo Bantul dalam membangun akses jalan yang menghubungkan antara dua Kelurahan yaitu Muntuk dengan Temuwuh.
Tak hanya membangun jembatan dan jalan, personel yang tergabung dalam Satgas TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) nanti juga akan membangun infrastruktur pendukung seperti talud, cor blok jalan, drainase serta rehab rumah tidak layak huni dan rehab tempat ibadah.
Siap Gerak!!! Aba aba Komandan SSK (Satuan Setingkat Kompi) Lettu Infanteri Redo Aswadi yang diikuti oleh Prajurit Garuda Merah, sebutan Batalyon 403/Wirasada Pratista yang bermarkas di Kentungan Yogyakarta itu.
“Prajuritku selama 30 hari kedepan kita akan melaksanakan tugas operasi membantu warga masyarakat Muntuk yang membutuhkan kehadiran kita, Saya menekankan agar semua melaksanakan dengan penuh semangat dan hindari pelanggaran sekecil apapun, Jaga nama Batalyon kita” Jelas ini!!!
Siap Jelas Komandan, teriak Prajurit Garuda Merah penuh dengan semangat.
Segala perlengkapan telah disiapkan oleh Prajurit 403/Wirasada Pratista sehari sebelumnya, mereka benar benar sudah siap untuk berpisah dengan keluarga selama sebulan untuk memenuhi panggilan tugas demi merah putih di dada.
Suara truk tentara yang sejak tadi disiapkan meraung raung memecah keheningan pagi itu. Komandan SSK memerintahkan agar semua masuk kendaraan tanda truk siap untuk berangkat menuju Muntuk Dlingo yang menjadi sasaran Operasi Militer Selain Perang, program TMMD Reguler Ke 119 Tahun 2024.
Dan SSK Lettu Infanteri Redo Aswadi duduk di sebelah pengemudi truk, sedangkan anggota lainnya duduk dibelakang. Terlihat puluhan rangsel khas tentara berwarna hijau penuh dengan perlengkapan dan perbekalan memenuhi seisi truk. Yang berbeda tidak terlihat senjata laras panjang yang dibawa Prajurit Garuda Merah. Ini menandakan bahwa misi kali ini adalah misi di masa damai untuk membantu rakyat.
Perjalanan di pagi hari dengan udara yang masih segar membuat sebagian Prajurit Garuda Merah terkantuk kantuk. Namun suasana itu berubah tegang ketika suara keras Letnan Redo membuat Para Prajurit geragapan dan kalang kabut.
“Anggota cepat turun, cepat, cepat, truk tidak kuat nanjak” sontak teriakan Letnan Redo membuat Prajurit yang duduk dibelakang dengan sigap melompat keluar truk. Siap Komandan teriak salah satu Prajurit berpangkat Praka.
Berkat kesigapan beberapa Prajurit Garuda Merah akhirnya Truk bisa berhenti dan diganjal dengan batu. Dan SSK Letnan Infantri Redo Aswadi memerintahkan agar semua turun agar beban truk berkurang. Memang kalau dilihat lokasi yang menjadi daerah sasaran TMMD merupakan daerah pegunungan yang jalanya menanjak tajam.
Pengemudi truk kembali mencoba menanjak, sementara Prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD berjalan sekitar satu kilo sampai di jalan yang agak datar. “Waduh bang jalanya ngeri, untung kita selamat” ujar salah satu anggota 403.
Dengan penuh perjuangan akhirnya Prajurit Garuda Merah sampai di Poskotis (Pusat Komando Taktis) TMMD di Dusun Seropan II, Muntuk Dlingo Bantul. Terlihat disitu pasukan kawan dari Zipur 4/TK, Brimob, Lanud dan lanal ternyata sudah sampai juga di Posko.
Tak lama datang sesosok pria berpangkat melati dua dengan Ban Merah Serta memegang stik komando memberi instruksi agar seluruh anggota Satgas TMMD Reguler Ke 119 segera berkumpul. Dengan penuh serius dan semangat perwira yang ternyata Dansatgas TMMD itu memberikan penjelasan tentang mekanisme kegiatan selama 30 hari di Lokasi TMMD.
“Para Prajurit sekalian yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler Ke 119, Merah Putih telah memanggil kita untuk mendarmabaktikan segala yang kita bisa dan kita punya, warga masyarakat disini sudah menantikan Program TMMD ini sejak puluhan tahun lalu, untuk itu saya mengajak kepada kita semua untuk bekerja dengan penuh semangat, Semoga apa yang kita kerjakan ini mendapat Ridho dari Tuhan Yang Maha Esa” Jelas Dansatgas Letkol Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M.
“Untuk sasaran fisik yang akan kita bangun di Dusun Tangkil ini ada enam sasaran fisik berupa pembangunan jembatan 12 meter, Talud 60 meter, drainase 50 meter, cor blok jalan 1000 meter, rehab Rumah Tidak Layak Huni 1 unit dan rehab tempat ibadah (mushalla) 1 unit. Saya berharap sasaran fisik tersebut dapat kita kerjakan tepat waktu, tentunya itu membutuhkan perjuangan dan usaha serta semangat kita untuk bekerja secara gotong royong bersama warga masyarakat, sasaran tersebut mustahil akan selesai bila kita kerjakan sendiri”.
“Setelah ini Para Prajurit akan diantar ke rumah rumah warga yang telah disiapkan untuk beristirahat, saya meminta untuk agar setiap prajurit memegang teguh sumpah prajurit dan sapta marga selama pelaksanaan tugas operasi disini,”Jelas ini
“Siap Jelas” jawab mereka serentak.
Sejak kedatangan Satgas TMMD, keadaan di Dusun Tangkil, Muntuk menjadi berbeda, kampung yang semula sepi menjadi lebih ramai dengan pemandangan para anggota Satgas yang melakukan aktivitas sehari hari untuk membantu warga masyarakat.


