lenterakalimantan.com, PARINGIN – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kefarmasian Puskesmas Awayan menggandeng Montada (Monitoring Tanggal Obat Kedaluarasa) yang digagas oleh Misiana Winda Irianti.
Misiana adalah merupakan seorang Apoteker yang bertugas di Puskesmas Awayan, Kabupaten Balangan.
Menurut dr Winphy Prasetyo, ide dan pemikiran digagas seorang Apoteker dan dikembangkan oleh Puskesmas Awayan untuk meningkatkan standar pelayanan kefarmasian.
Selain itu untuk pedoman tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan di bidang kefarmasian serta menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan sediaan farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang efisien, efektif dan rasional.
“Ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi atau merangsang Kemampuan dari Tenaga Kefarmasian dalam mewujudkan Sistem Informasi manajemen serta melaksanakan pengendalian dari kualitas pelayanan,” ucapnya kepada lenterakalimantan.com, Senin (18/3/2024).
Winphy mengatakan, berdasarkan hasil analisis pada lembar stok opname perbekalan farmasi, dimana pencatatan jumlah stok obat dilaksanakan melalui kegiatan pencatatan dan penyesuaian jumlah atok, yang dilakukan setiap akhir bulan.
“Karena kurangnya tenaga kefarmasian yang bertugas, monitoring tanggal kedaluarsa obat yang mendekati tanggal kedaluarsa tidak dapat dilakukan secara optimal, seperti tidak adanya penanda khusus untuk obat yang mendekati angka kedaluarsa dengan jarak waktu 3 samapi 6 bulan, sebelum tanggal kedaluarsa pada rak penyimpanan obat di ruang farmasi ataupun di gudang obat,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, pengelolaan untuk obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsanya juga kurang optimal, hal ini menyebabkan adanya penumpukan obat kedaluwarsa yang disimpan di satu gudang obat yang sama dengan penyimpanan obat lainnya.
“Penyimpanan obat yang mendekati kedaluarsa tidak memiliki tanda, dan disimpan di gudang yang sama dengan obat lainnya,” tandasnya.
Berdasarkan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) pada Januari hingga Maret 2023 di UPTD Puskesmas Awayan ditemukan obat kadaluwarsa dalam jumlah yang cukup besar yakni terdapat 1.815 tablet, 67 salep dan 10 sirup yang telah melewati masa kedaluwarsa.
“Kami berharap dengan adanya Inovasi ini Stok Obat yang Kedaluarsa sedikit berkurang dan pemakaian obat bisa lebih efektif dan efisien ke depannya “ ujar Winphy.
Secara terpisah, hal serupa juga diungkapkan Apoteker Puskesmas Awayan, menurutnya, Ide Inovasi ini perlu disusun untuk memberikan gagasan pemecahan isu terhadap kondisi yang demikian, sehingga obat yang kedaluarsa tidak terdistribusi ke para pasien.
Hal ini merupakan antisipasi dalam upaya meningkatkan sistem pelayanan kesehatan yang bermutu, merata serta terjangkau,” ucap Apoteker yang akrab disapa Winda.
Winda menambahkan, Inovasi Montada pada uji coba dilaksanakan pada 2023, setelah berkoordinasi dengan kepala puskesmas, sehingga mudah bagi pihaknya untuk meminimalisir penumpukan obat kedaluarsa, dalam upaya meningkatkan keamanan obat bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Awayan di Kecamatan Awayan.
“Uji coba kegiatan dilakukan di ruang farmasi dan gudang obat UPTD Puskesmas Awayan, dengan adanya Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan obat melalui monitoring tanggal obat kedaluarsa yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian,” jelasnya.


