lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Proses pengantaran jasad KH Syaifudin Zuhri atau Guru Banjar Indah ke Alkah keluarga Majelis Bani Ismail di Desa Dalam Pagar, Kabupaten Banjar berlangsung khidmat pada Minggu (7/4/2024).
Jemaah mewarnai kepergian guru agama berkharismatik asal Kalsel tersebut. Bahkan saat iring iringan ambulance membawa jenazah Guru Banjar Indah sesekali jamaah memegang atau menyentuh mobil tersebut sambil bershalawat.
Herlina, warga sekitar yang juga jamaah perempuan majelis Bani Ismail tak tahan menahan air matanya melihat kepergian sang guru.
Nampak kesedihan itu sangat mendalam, pasalnya saat ditanya dirinya tak bisa berkata kata dan hanya bisa meneteskan air mata.
“Terakhir bertemu dua bulan, saya sudah tahu kalau beliau sudah jarang ada waktu karena kondisi kesehatan,” ucapnya dengan berlinang air mata dan menyapunya dengan sehelai tisu.
Salah satu jemaah lagi, Mahdi bersyukur sempat melakukan sholat Fardhu Kifayah di musala.
“Alhamdulillah salatnya beberapa kali dilakukan jadi saya ada kesempatan masuk ke dalam,” katanya.
Rombongan ambulance Guru Banjar Indah berangkat dari rumah duka dan dikawal sejumlah relawan ke pemakaman di Daerah Tungkaran, Jalan Keramat, Martapura.
Sementara ini, belum diketahui alasan keluarga memindah lokasi pemakaman Guru Banjar Indah itu dari yang sebelumnya direncanakan di Alkah Keluarga Majelis Bani Ismail Desa Dalam Pagar.


