DLH Tabalong Lakukan Uji Emisi Mobil Dinas dan Umum dalam Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Penempelan stiker "telah diuji emisi" pada salah satu mobil dinas Pemkab Tabalong. Foto: JM/lenterakalimantan.com
Penempelan stiker "telah diuji emisi" pada salah satu mobil dinas Pemkab Tabalong. Foto: JM/lenterakalimantan.com

lenterakalimantan.com, TANJUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong bersama UPTD Laboratorium Lingkungan setempat melakukan pengujian emisi terhadap mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong dan umum, di halaman Balai Rakyat Dandung Suhcrowardi, Rabu (12/6).

Pengujian emsi terhadap kendaraan bermotor roda empat ini merupakan rangkaian kedua pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia 2024 dari Dinas LH Kabupaten Tabalong.

Bacaan Lainnya

Adapun rangkaian kegiatan sebelumnya DLH Kabupaten Tabalong juga telah melakukan pembersihan lingkungan di sungai mangkusip, Kecamatan Tanta, Tabalong belum lama tadi.

Salah satu mobil dinas Pemkab Tabalong yang dilakukan pengecekan uji emisi oleh petugas Laboratorium Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Tabalong. Foto: JM/lenterakalimantan.com
Salah satu mobil dinas Pemkab Tabalong yang dilakukan pengecekan uji emisi oleh petugas Laboratorium Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Tabalong. Foto: JM/lenterakalimantan.com

Pada pengujian emisi ini diketahui, setidaknya ada 100 unit mobil yang dilakukan pengujian, dengan menggunakan mesin Portable Flue Gas Analyzer, Sensonic 1400.

Kadis LH Tabalong melalui Sekretarisnya, H Rony Saputra mengatakan setelah dinyatakan lulus uji emisi oleh petugas yang menangani, maka pada mobil tersebut akan di tempelkan stiker “telah diuji emisi”.

Lanjut Rony menerangkan pengujiannya sendiri terhindar dari karbon, nitrogen dan belerang. Namun disamping itu, jika ada mobil yang tidak lulus uji emisi maka pihaknya akan menyarankan kepada pengelola mobil agar dilakukan perawatan.

“Kami sarankan kepada pemilik mobil agar melakukan perawatan dan perbaikan supaya emisinya bisa terkendali dengan baik,” ujar Rony disela-sela kegiatan.

Diharapkannya dengan adanya uji emisi ini akan meningkatkan kesadaran pemilik mobil dalam menjaga serta merawat keadaan mesinnya. Terlebih tujuannya untuk menekan angka karbon di lingkungan.

Dikesempatan yang sama, Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup, Yuniarti menambahkan untuk angka ambang batas pada pengujian emisi motor roda empat mengacu pada Permen Lingkungan Hidup nomor 5 Tahun 2006 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor lama.

“Ada angka standar yang harus dimiliki oleh setiap kendaraan roda empat untuk dinyatakan lulus uji emisi,” tambahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *