lenterakalimantan.com, RANTAU – Penjabat (PJ) Bupati Tapin, M. Syarifuddin, M.Pd, bersama Ketua TP PKK, Masrupah, menghadiri acara gebyar gerakan pencegahan stunting serentak di Kabupaten Tapin tahun 2024. Acara yang diadakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Tapin ini berlangsung di Desa Antasari Hilir, Kecamatan Tapin Utara, pada Senin (24/6/2024).
PJ Bupati Syarifuddin menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan ini, yang melibatkan penimbangan dan pengukuran balita sebagai langkah awal dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tapin.
“Dengan gerakan intervensi serentak ini, kita berharap dapat mencapai percepatan penurunan stunting secara optimal, dengan fokus pada sasaran kunci,” ujarnya.
Syarifuddin menekankan pentingnya perhatian khusus pada calon pengantin, ibu hamil, keluarga dengan bayi di bawah dua tahun, serta balita hingga usia lima tahun.
“Perhatian ini krusial untuk memastikan kesehatan dan perkembangan anak-anak kita,” tambahnya.
Kepala Dinas PPKB, Hj. Ahlul Jannah, M.Si, mengungkapkan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.
“Pada tahun 2023, angka prevalensi stunting kita hanya turun 0,1%, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2020. Namun, kita masih punya waktu untuk mencapai target 14% pada akhir tahun 2024,” jelasnya.
Meskipun ada tren penurunan, prevalensi stunting pada balita di Indonesia masih jauh dari harapan. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan penurunan dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,06% di tahun 2022, dan survei kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat angka 21,5%.
Di Kabupaten Tapin, angka prevalensi stunting tahun 2023 tercatat sebesar 14,4%. “Diperlukan strategi dan upaya yang berkelanjutan agar tujuan percepatan penurunan stunting dapat tercapai,” tambah Ahlul Jannah.
Salah satu strategi yang diadopsi adalah gerakan masif di tingkat lini lapangan, atau grassroot, untuk memastikan seluruh sasaran kunci mendapatkan pelayanan terpadu. Dalam rangka intervensi serentak ini, dilakukan monitoring di Posyandu Desa Antasari Hilir, Kecamatan Tapin Utara, untuk memastikan pelaksanaan pengukuran dan penimbangan bayi serta pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, ibu hamil, dan ibu nifas.
“Kami berharap dengan intervensi serentak ini, percepatan penurunan stunting dapat dicapai dan target yang diharapkan dapat tercapai,” tandas Ahlul Jannah.


