lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Muhammad Irwansyah Abdhi, MPd, Ketua Pelaksana Kegiatan Pelatihan Sport Massage dan Reposisi Sendi mengungkapkan, tujuan dari kegiatan pelatihan di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), untuk meningkatkan kualitas olahraga di Kalimantan Selatan secara menyeluruh.
Pelatihan Sport Massage dan Reposisi Sendi merupakan hasil dari kerja sama antara Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari dengan Yayasan Borneo Sport Science.
“Kami percaya bahwa dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang sport massage dan reposisi sendi, dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan atlet dan masyarakat umum,” kata Irwansyah, Sabtu (6/7/2024).
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis para peserta, tetapi juga pada pengembangan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya perawatan tubuh yang baik dan pencegahan cedera dalam olahraga.
“Visi kami adalah menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Dengan melibatkan para ahli seperti Oktavianus MPd. AIFMO, kami berusaha memberikan pelatihan berkualitas tinggi yang berbasis pada penelitian dan praktik terbaik di bidangnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta tidak hanya belajar teknik-teknik sport massage dan reposisi sendi, tetapi juga mengerti bagaimana menerapkan pengetahuan ini dalam konteks yang lebih luas, termasuk dalam pemulihan pasca-latihan, pencegahan cedera, dan peningkatan performa atletik.
“Kerja sama antara Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Yayasan Borneo Sport Science ini adalah langkah strategis dalam mencapai visi kami,” tambahnya.
Irwansyah Abdhi menambahkan, Universitas memberikan fondasi akademik yang kuat, sementara Yayasan Borneo Sport Science memberikan keahlian praktis dan koneksi dengan komunitas olahraga lokal.
“Kombinasi ini memungkinkan kami untuk menawarkan program pelatihan yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan daerah,”ucapnya.
Ia menilai, pelatihan ini sebagai sarana untuk membangun komunitas yang lebih terinformasi dan berdaya dalam bidang kesehatan dan kebugaran. Dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelatih, terapis, dan praktisi olahraga lainnya, “kami berharap dapat memperkuat jaringan profesional di Kalimantan Selatan yang berkomitmen untuk meningkatkan standar kesehatan dan keselamatan dalam olahraga,” harapnya.
Secara keseluruhan, kata Irwansyah, tujuannya adalah untuk membangun kapasitas lokal dalam bidang sport massage dan reposisi sendi, yang pada gilirannya akan mendukung pengembangan atlet lebih kuat, lebih sehat, dan lebih kompetitif.
Dengan demikian, kami berharap dapat meningkatkan mutu olahraga di Kalimantan Selatan, baik di tingkat amatir maupun profesional, serta menciptakan budaya olahraga yang lebih sadar akan pentingnya perawatan tubuh dan pencegahan cedera.
“Kami sangat antusias dengan potensi dampak positif dari pelatihan ini dan berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan prestasi atlet di Kalimantan Selatan,” tutupnya.


