Zainal Abidin menjelaskan, Ponpes Riyadhus Sholihin dibuka sejak tahun 2020. Sudah berjalan sekitar 4 tahun lamanya menempati bangunan bekas SD telah dihibahkan oleh pemerintah daerah.
“Ponpes Riyadhus Sholihin mendapatkan hibah dari pemerintah daerah, berikut lahan dan bangunan bekas sekolah SD Kayu Abang 2 yang tidak difungsikan lagi selama 10 tahun,” ujarnya.
Ia mengaku, bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menghibahkan lahan dan bangunan dapat dialihkan menjadi ponpes.
Menurutnya, sampai sekarang ini Ponpes Riyadhus Sholihin tidak memungut biaya belajar alias di gratiskan. Adapun biaya makan sehari-santri untuk santri dari pungutan sekitaran Rp 350 ribu per bulan.
“Alhamdulillah santri di sini digratiskan untuk biaya belajar. Adapun biaya makan dipungut Rp 350 ribu perbulan. Ada tujuh santri yang tidak dipungut biaya makan di sini,” katanya.


