lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Duta Adiwiyata SMPN 14 Banjarmasin gencar kampanyekan dampak limbah minyak jelantah terhadap pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan kepada siswa, guru dan pedagang kantin di lingkungan sekolah pada Rabu (30/10/24) pagi.
Minyak jelantah merupakan minyak bekas menggoreng makanan yang sudah digunakan berulang kali hingga umumnya cenderung berwarna gelap. Penggunaan minyak jelantah dalam mengolah makanan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti kanker, kolesterol hingga penyumbatan jantung.
Seorang pedagang kantin di SMPN 14 Banjarmasin, Eka, menuturkan dirinya sudah sangat memperhatikan kualitas minyak goreng saat memasak makanan yang akan dijual.
“Namun, selama ini minyak jelantah bekas menggoreng selalu saya buang setelah digunakan. Karena tidak tau harus diapakan,” ujarnya.
Duta Adiwiyata SMPN 14 Banjarmasin, Azzam dalam kampanyenya mengungkapkan kebiasaan membuang minyak jelantah secara langsung ke tanah maupun saluran air dapat mengakibatkan dampak buruk terhadap lingkungan.
Padahal perilaku tersebut dapat diubah menjadi menguntungkan bagi lingkungan, kesehatan dan ekonomi.
“Menjual minyak jelantah ke bank sampah menjadi solusi sederhana terhadap permasalahan lingkungan dan kesehatan. Minyak yang terkumpul akan dihargai Rp 4.000 per liter,” bebernya.
Sekolah bisa menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan dan kesehatan. Salah satunya melalui program Adiwiyata dalam pemanfaatan bank sampah ubah minyak jelantah menjadi rupiah yang mudah diterapkan.
Guru SMPN 14 Banjarmasin, Ibnu, menuturkan program Adiwiyata dalam pemanfaatan Bank Sampah Bougenville yang digalakkan SMPN 14 Banjarmasin menjadi yang pertama diterapkan dalam lingkungan sekolah.
“Semoga program ini bisa menanggulangi dampak pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan yang selama ini sering terabaikan,” tuturnya.
“Kami berharap program ini juga bisa menular ke sekolah lain dan dapat membangun kesadaran menjaga lingkungan melalui gerakan mengumpulkan minyak jelantah yang selanjutnya dapat ditukar jadi rupiah di Bank Sampah,” pungkasnya.


