lenterakalimantan.com, MARABAHAN – Kondisi banjir beberapa hari terakhir melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel), juga dialami sejumlah sarana pendidikan, seperti sekolah.
Sebuah sekolah yang terletak di Kompleks Keruing Indah Blok B6 No.5, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), harus menerapkan pembelajaran dari rumah atau daring.
Kepala SDN Semangat Dalam 5, Jauhar Rasyid, mengatakan bahwa banjir sudah menggenangi sekolah sejak awal Januari 2025.
“Daring ini sudah dimulai sejak Senin (20/1/2025) agar mengantisipasi fokus anak-anak untuk tidak bermain air maka dari itu pihak sekolah memutuskan memberlakukan sistem belajar dari rumah,” kata Jauhar, Kamis (23/1/2025).
Keputusan tersebut diambil lantaran menghindari risiko para siswa agar tetap berkonsentrasi dengan pelajaran.
“Khawatirnya anak-anak tidak bisa konsentrasi karena terlalu asyik bermain air yang bisa menimbulkan gatal-gatal atau penyakit lainnya,” tambahnya.
Dia melanjutkan, apabila kondisi air bertambah, maka pihaknya akan memperpanjang masa daring.
Kepala SDN Semangat Dalam 5 mengungkapkan, banjir seperti ini tidak hanya kali pertama, namun sudah yang kedua kalinya terjadi sejak 2021 lalu.
“Di awal 2021 sekolah kami juga terendam. Sebagaimana kebijakan dari Dinas Pendidikan Barito Kuala yang memberlakukan sistem daring untuk wilayah terdampak, jadi 277 siswa terpaksa belajar dari rumah,” ungkapnya.
Jauhar berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Ia mengusulkan untuk meningkatkan sarana serta perbaikan drainase agar genangan air cepat surut.


