
lenterkalimantan.com, BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengukuhkan Badan Pengelola Masjid Agung Miftahul Ihsan Kota Banjarmasin untuk periode 2024-2027, acara ini berlangsung di Masjid Agung Miftahul Ihsan pada Senin (17/02) siang.
Acara ini bertempat di Jalan P Antasari No 1, Kelayan Luar, Banjarmasin Timur ini diikuti oleh 30 orang pengurus baru. Turut hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Banjarmasin, Juli Khair serta sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkup Pemko Banjarmasin.
Walikota Ibnu Sina berpesan agar seluruh jajaran pengurus
bertugas sebaik-baiknya melayani jmaah. Selain itu, pengurus juga diminta untuk menghidupkan masjid dengan kegiatan Amaliyah Ibadah dan kegiatan sosial lainnya.
“Masjid Agung ini adalah masjid kebanggaan kita. Mudahan-mudahan bisa menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah apalagi menjelang Ramadan,” harapnya.
Ia berpesan agar usulan perbaikan dapat direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi dengan baik. Menurutnya, pembangunan sebuah tempat ibadah seperti masjid agung tidak mudah sebab membutuhkan anggaran besar.
“Membangun tempat ibadah seperti masjid agung tidak gampang sebetulnya karena pasti anggarannya sangat besar sekali di tengah efisiensi anggaran di Indonesia termasuk juga di Kota Banjarmasin,” tuturnya.
Ia menyoroti usulan perbaikan yang masih belum direalisasikan seperti fasilitas payung-payung seperti di Masjid Nabawi, Madinah. Ia berharap agar usulan tersebut bisa dianggarkan sebab bisa memberikan kenyamanan untuk jemaah yang berada di halaman.
“Payung-payung seperti di Madinah sempat diajukan dua kali, akan tetapi batal sebab ada refocusing. Mudah-mudahan ke depan bisa dianggarkan entah tahun 2025, 2026, atau 2027,” jelasnya.
Dengan dikukuhkannya pengurus baru, Badan Pengelola Masjid Agung Miftahul Ihsan memiliki pemimpin badan pengelola baru, Habib Ali Khaidir Al Khaff.
Untuk diketahui, sebelum menjadi Masjid Agung, awalnya hanya sebuah langgar atau surau yang didirikan pada 1956 di Lokasi Pusat Perbelanjaan Sentra Antasari Banjarmasin. Setelah terkena imbas kebakaran pada 1981, langgar ini dibangun sebagai Masjid Agung pada tahun 1992 dengan kesepakatan antara Pemda tingkat II Banjarmasin dan masyarakat setempat. Masjid Agung ini menjadi salah satu masjid kebanggaan Banjarmasin.
Editor: RIAN

