lenterakalimantan.com, PARINGIN – Mewujudkan desa tangguh bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menggelar kegiatan pendampingan teknis desa tangguh bencana (Destana).
Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Balangan. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 perwakilan desa, yang terdiri dari 24 desa di Kecamatan Halong dan 16 desa di Kecamatan Paringin. Desa lainnya akan mengikuti kegiatan serupa secara bertahap pada periode berikutnya.
Hal ini disampaikan Kabid (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, Rabu (16/4/2025).
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, dan kemandirian masyarakat desa dalam menghadapi bencana.Pendampingan ini penting dilakukan dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan, dan kapasitas masyarakat untuk pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini penting untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan, dan keterampilan dalam mengenali potensi bahaya di wilayah masing-masing, serta bagaimana cara mengurangi risiko tersebut secara mandiri.
Lebih lanjut, Jumaidil menuturkan bahwa, melalui Destana, masyarakat didorong untuk membentuk lembaga atau organisasi lokal yang mampu mengelola sumber daya dan memanfaatkan kearifan lokal dalam pengurangan risiko bencana. Selain itu, pendampingan teknis juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi penanggulangan bencana.
“Dengan adanya Destana, desa akan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan pulih lebih cepat pascabencana, sekaligus meminimalisir kerugian baik secara materi, jiwa, maupun sosial,” tambahnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat membentuk desa yang lebih tangguh, mandiri, dan tidak semata-mata bergantung pada bantuan eksternal saat bencana terjadi.
Menurutnya, program Destana juga diyakini mampu memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, hingga lembaga swadaya, dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang terkoordinasi, dan berkelanjutan.
“Pendampingan teknis ini menjadi langkah konkret BPBD Balangan dalam membangun masyarakat yang lebih siap, sadar risiko, dan tangguh menghadapi bencana di masa depan,” tutur Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi.
Editor : Rian


