lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Sebanyak 170 siswa kelas XII SMAN 1 Alalak mengikuti acara perpisahan yang digelar di Gedung Kopertis, Banjarmasin, pada Kamis (22/5/2025). Acara tersebut diwarnai penampilan seni tari, musik, puisi, hingga teater monolog sebagai bentuk persembahan dari adik kelas.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari kelompok Teater Wajah SMAN 1 Alalak. Elina, produser teater tersebut, menjelaskan bahwa mereka membawakan drama monolog bertema pelestarian seni dan perjuangan menjadi seniman.
“Ceritanya tentang seorang anak laki-laki yang ingin menjadi seniman, tapi tidak didukung keluarganya. Ayah dan tantenya justru meremehkan lukisannya,” ungkap Elina.
Ia menyampaikan pesan moral dalam pertunjukan tersebut, yakni agar generasi muda tetap semangat mengejar cita-cita, meski tidak mendapat dukungan dari sekitar.
“Kalau kita benar-benar niat dan fokus, jangan dengar omongan orang. Kejar saja apa yang kita yakini,” tambahnya.
Elina berharap, ke depan kegiatan teater lebih serius dijalankan. “Ulun juga kadang masih bercanda saat latihan, jadi ini jadi evaluasi juga,” katanya.
Sementara itu, pembina Teater Wajah SMAN 1 Alalak, Ani Nilawardani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan seni dan teater memang menjadi program tahunan sekolah untuk memberi kenangan manis bagi siswa kelas XII.
“Kami ingin memperkenalkan seni teater yang mulai dilupakan anak muda, seperti monolog. Padahal, teater tidak harus berkelompok. Monolog pun bisa sangat kuat dengan kerja sama tim,” ucapnya.
Ani menambahkan, SMAN 1 Alalak memiliki 34 ekstrakurikuler aktif yang semuanya didukung pihak sekolah, termasuk oleh kepala sekolah dan pendanaan. Dalam perpisahan ini, siswa kelas X dan XI menampilkan berbagai persembahan seni untuk menghormati kakak kelas mereka.
“Yang tampil hari ini khusus dari kelas X dan XI. Untuk kelas XII, mereka jadi penonton yang diberi persembahan,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, selain teater, siswa juga membawakan puisi kolaborasi dan tarian daerah. Meskipun ada kendala teknis seperti mikrofon yang tidak berfungsi, penampilan tetap berjalan baik.
“Alhamdulillah, setiap tahun kami juga aktif ikut lomba seperti FLS2N, dan sering meraih juara satu untuk kategori puisi,” ujarnya.
Ani berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut tiap tahun agar siswa mencintai budaya daerah dan memiliki pengalaman tampil di depan publik.
Editor: Muhammad Tamyiz


