Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor UMKM sebagai pilar utama ekonomi daerah.
“Kegiatan ini menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha kecil, melalui pelatihan, promosi, pendampingan, dan pembiayaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan pasar murah dan bazar akan terus digelar sebagai sarana interaksi antara produsen dan konsumen serta upaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.
Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyatakan kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah konkret menekan laju inflasi.
“Inflasi Banjarmasin sempat mencapai 7,4% pada akhir 2022. Lewat inovasi seperti pasar murah dan kolaborasi lintas sektor, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 1,41% per Mei 2025,” ungkapnya.
Upaya ini turut melibatkan TPID, sektor perbankan, dan swasta, termasuk optimalisasi dana CSR serta kerja sama dengan distributor.
Usai kegiatan, Wamen Helvi bersama Wali Kota meninjau Rumah Kemasan Banjarmasin, pusat edukasi dan promosi produk UMKM lokal. Di tempat ini, Helvi melihat langsung proses pengemasan kreatif untuk mendukung akses pasar digital dan nasional.
Editor : Tim Redaksi


