lenterakalimantan.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa mayoritas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia berada dalam kondisi tidak sehat. Salah satu penyebab utamanya, menurut Tito, adalah penempatan tim sukses kepala daerah di jajaran direksi maupun komisaris BUMD yang tidak memiliki kompetensi profesional.
“Beberapa permasalahan yang membuat BUMD tidak sehat, yang paling utama adalah ketidakprofesionalan. Banyak yang duduk di BUMD berasal dari tim sukses,” ujar Tito dalam pernyataannya, Rabu (17/7/2025).
Ia menjelaskan, meskipun tidak ada larangan tim sukses mengisi posisi di BUMD, semestinya jabatan tersebut diisi oleh orang-orang yang profesional agar tidak menjadi beban bagi perusahaan.
“Boleh saja dari tim sukses, asalkan profesional. Tapi kalau tidak profesional, justru jadi beban—baik sebagai direksi, komisaris, maupun pegawai,” tegasnya.
Tito menyampaikan, dari total 1.091 BUMD di seluruh Indonesia, hanya sekitar 40 persen yang dinyatakan benar-benar sehat. Sementara itu, sekitar 300 BUMD mengalami kerugian, dan sisanya berada dalam kategori kurang sehat.
“Yang sehat itu kurang lebih 40 persen. Ada sekitar 300 BUMD yang merugi, belum termasuk yang tidak terlalu sehat,” katanya.
Selain faktor sumber daya manusia, Tito juga menyoroti persoalan transparansi dan permodalan sebagai penyebab lain dari buruknya kinerja BUMD.
“Namun yang paling utama tetap masalah profesionalisme,” ujarnya.
Tito bahkan mencontohkan salah satu BUMD yang hanya menghasilkan laba sebesar Rp87 juta per tahun, tetapi memiliki biaya operasional hingga Rp30 miliar.
“Cost-nya jauh lebih besar daripada keuntungannya. Seharusnya bisa dikelola dengan lebih efisien dan profesional,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


